Moratorium Alih Fungsi Lahan Mendesak Diberlakukan, PELIJA: Tata Ruang yang Buruk Pemicu Bencana di Jabar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maraknya bencana ekologis yang terjadi di berbagai wilayah Jawa Barat dinilai tidak lepas dari persoalan klasik: penyalahgunaan tata ruang dan lemahnya pengawasan. Legalitas perizinan yang kerap tumpang tindih turut memperburuk kondisi, sehingga alih fungsi lahan berlangsung tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

Situasi itu menjadi perhatian serius Peduli Lingkungan Jabar (PELIJA). Sekretaris Eksekutif PELIJA, Urik Yanto Prasetyo, menegaskan perlunya moratorium alih fungsi lahan hingga pemerintah daerah benar-benar memiliki kajian ekologi yang matang, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Pengawasan yang lemah dan penegakan hukum yang tidak tegas telah membuat tata ruang menjadi semrawut. Jika ini terus dibiarkan, kerusakan lingkungan akan semakin meluas dan menimbulkan kerugian besar, baik material maupun nonmaterial,” ujar Urik.

Pernyataan tersebut disampaikan Urik di sela kegiatan bakti sosial Pelija Peduli di Bale RW 06, Jalan Kopo KPAU Ciharum RT 01 RW 06, Kelurahan Sulaeman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Baca Juga :  Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan

Edukasi Masyarakat Jadi Kunci Pengurangan Risiko Bencana

Dalam kegiatan itu, PELIJA juga memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya peran masyarakat dalam meminimalkan potensi bencana. Urik menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi indikator penting dalam menurunkan risiko bencana yang dapat terjadi kapan saja, terutama akibat degradasi lingkungan.

“Edukasi adalah pondasi. Kalau masyarakat memahami risiko dan cara mengantisipasinya, dampak bencana bisa ditekan secara signifikan,” kata Urik.

Pentahelix Harus Bergerak Bersama

Urik berharap kolaborasi pentahelix — pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media — semakin solid dalam menjaga lingkungan dan menata ruang secara lebih bijaksana. Menurutnya, langkah bersama adalah kunci untuk menekan potensi bencana ekologis yang makin meningkat.

“Dengan sinergi yang kuat, kita bisa mendorong terciptanya tata ruang yang lebih aman, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan bagi warga Jawa Barat,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru