Menteri LH Ungkap Ada Sumber Radioaktif Di Dekat Pabrik BMS Menyebabkan Udang Beku Indonesia Tercemar Cesium

- Jurnalis

Selasa, 2 September 2025 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inikanaku.info – Polemik seputar ekspor udang beku Indonesia kembali mencuri perhatian. Setelah otoritas pangan Amerika Serikat (FDA) menemukan jejak radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada sampel udang yang dikirim dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods), pemerintah Indonesia langsung melakukan investigasi menyeluruh.

Temuan Awal di AS

Satu sampel udang beku asal Indonesia dilaporkan mengandung Cs-137 sebesar 68 Bq/kg. Angka ini masih jauh di bawah ambang batas aman internasional (1.200 Bq/kg), namun tetap menimbulkan kekhawatiran akan sumber pencemaran di sekitar fasilitas produksi.

Pihak FDA menegaskan produk tersebut belum sempat beredar di pasar Amerika, sehingga tidak menimbulkan risiko langsung bagi konsumen.

Investigasi Bapeten di Banten

Pusat perhatian kemudian mengarah ke pabrik BMS yang berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan inspeksi mendalam.

Baca Juga :  Budidaya Ikan Nila bagi Pemula

Hasilnya mengejutkan: sumber radiasi bukan berasal dari dalam pabrik, melainkan dari lapak besi bekas dan area industri baja yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari pabrik BMS. Bapeten bahkan mencatat paparan radiasi menyebar hingga radius 2 kilometer dari titik pencemaran.

Menteri LH Angkat Bicara

Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa pemerintah serius menangani persoalan ini. Ia menyebut telah menginstruksikan penghentian sementara aktivitas di sekitar lokasi, serta menyiapkan opsi evakuasi jika ditemukan potensi bahaya lebih besar.

“Kontaminasi ini tidak boleh disepelekan. Sumber radioaktif harus diidentifikasi dan diamankan agar tidak mencemari lebih luas, termasuk ke lingkungan perairan,” ujarnya.

Kementerian KP: Bukan dari Tambak Udang

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menambahkan bahwa pencemaran diperkirakan berasal dari aktivitas industri, bukan dari tambak atau bahan baku udang. Hal ini diperkuat oleh temuan lapangan bahwa kandungan cesium terdeteksi di sekitar kawasan peleburan baja.

Baca Juga :  Budidaya Tanaman Cabe Rawit Hijau

“Udang pada dasarnya aman, tetapi lingkungan produksinya yang terpapar. Itu yang harus segera kita benahi,” kata Trenggono.

Langkah Penanganan Pemerintah

  • KLH menutup sementara pabrik dan area industri sekitar yang diduga menjadi sumber cemaran.
  • Bapeten memasang garis polisi dan melakukan pemantauan ketat tingkat radiasi.
  • KKP memastikan rantai pasok udang tetap aman dengan pengawasan tambahan.

Kesimpulan

Meskipun level kontaminasi pada udang masih di bawah batas berbahaya, kasus ini membuka mata akan pentingnya pengawasan lingkungan di kawasan industri. Pemerintah berjanji untuk menuntaskan investigasi, memastikan keamanan pangan ekspor, dan melindungi reputasi Indonesia di pasar global.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banyak yang Keliru, Ini Kepadatan Ideal Budidaya Ikan Gurame Berdasarkan Ukuran dan Fase
Gurame Padang: Ciri, Harga Terbaru 2026, dan Tips Budidaya dari Benih sampai Panen
Gurame Dua Tahun Baru 300 Gram? Ini Fakta Lapangan yang Perlu Dipahami Pembudidaya
Petani Bener Meriah dan Aceh Tengah Terbantu, Hasil Tani Diterbangkan ke Jakarta
Ketahanan Pangan Terancam, 554 Ribu Hektare Sawah Beralih Fungsi
Cara Budidaya Kunyit di Lahan Terbatas: Panduan Lengkap untuk Pemula
Cara Budidaya Kunyit di Polybag agar Cepat Tumbuh dan Cepat Panen
Jengkol: Tanaman Khas Nusantara, Potensi Rasa dan Nilai Ekonomis yang Tinggi

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:21 WIB

Banyak yang Keliru, Ini Kepadatan Ideal Budidaya Ikan Gurame Berdasarkan Ukuran dan Fase

Sabtu, 3 Januari 2026 - 13:59 WIB

Gurame Padang: Ciri, Harga Terbaru 2026, dan Tips Budidaya dari Benih sampai Panen

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:12 WIB

Gurame Dua Tahun Baru 300 Gram? Ini Fakta Lapangan yang Perlu Dipahami Pembudidaya

Kamis, 18 Desember 2025 - 20:14 WIB

Petani Bener Meriah dan Aceh Tengah Terbantu, Hasil Tani Diterbangkan ke Jakarta

Minggu, 14 Desember 2025 - 19:05 WIB

Ketahanan Pangan Terancam, 554 Ribu Hektare Sawah Beralih Fungsi

Berita Terbaru