Mendikdasmen Gaungkan Pendidikan Bermutu dan Inklusif di G20 Interfaith Forum (IF20)

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia — Pendidikan bermutu, inklusif, dan berlandaskan nilai karakter merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban yang damai, berkelanjutan, dan berkeadaban. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam pidato kuncinya pada _G20 Interfaith Forum_ di Cape Town, Afrika Selatan, Selasa (11/8).

Menteri Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan adalah sarana paling efektif untuk membangun peradaban yang berlanjutan dengan bertumpu pada kemampuan etika, moral, dan karakter. “Tidak ada seorang pun, terutama anak-anak, yang boleh tertinggal dari pendidikan hanya karena faktor ekonomi, geografis, kondisi fisik, gender, etnis, ras, atau agama,” tegasnya.

Selanjutnya, Menteri Mu’ti menambahkan bahwa literasi lintas budaya dan agama penting untuk membangun karakter yang menjunjung pluralisme positif, toleransi, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Menurutnya, karakter tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui pembiasaan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai respons terhadap perkembangan zaman, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjalankan dua program utama sebagai langkah awal dalam pembentukan karakter anak di Indonesia yaitu Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi pembiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, giat belajar, aktif bermasyarakat, dan tidur cepat. Lalu, penguatan peran guru sebagai pendidik sekaligus pembimbing. “Setiap guru menjadi “orang tua kedua” bagi siswa, membimbing potensi mereka untuk tumbuh menjadi generasi unggul,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kawal Kasus Penganiayaan Anak Bos Toko Roti, Bukti Kepedulian Komisi III untuk Rakyat Kecil

Lebih lanjut, Mendikdasmen juga mengungkapkan tentang pendekatan Pembelajaran Mendalam yang akan diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia. “Pembelajaran Mendalam hadir untuk mengajak anak tidak hanya sekadar mengetahui namun juga memahami pelajaran secara lebih mendalam dan holistik dan mengedepankan tiga aspek, yakni joyful, meaningful, dan mindful,” jelasnya.

Setelah Mendikdasmen menyampaikan paparannya, acara berlanjut dengan diskusi panel yang menghadirkan para narasumber, yaitu Menteri Pendidikan Dasar, Afrika Selatan, Siviwe Gwarube; Direktur Eksekutif Leimena Institute, Indonesia, Matius Ho; Direktur Eksekutif Arigatou International Geneva, Kolombia, Maria Lucia Uribe Torres; Ketua Dewan Direksi Doha International Center for Interfaith Dialogue, Ibrahim Saleh Al-Naimi; Kepala Kantor Wakil Menteri Pembangunan Sosial, Kementerian Pembangunan Sosial, Afrika Selatan, Muhammed Haron; Rektor sekaligus CEO Africa University, Kenya Peter Mageto; dan Guru Besar Pendidikan di Stellenbosch University, Afrika Selatan, Jonathan Jansen.

Dalam pidatonya, Direktur Leimena Institute, Matius Ho, menilai bahwa inisiatif Menteri Mu’ti memiliki relevansi besar dengan kebutuhan pendidikan masa kini. “Inisiatif Menteri Mu’ti yang mempromosikan pengembangan karakter murid di Indonesia tidak hanya di tingkat kognitif, tetapi juga melalui kegiatan kokurikuler sangat penting karena dapat melatih siswa terlibat dalam komunitas dan membangun tanggung jawab kewargaan. Ini adalah langkah konkret yang patut dibagikan dan diperluas,” tegasnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Berikan Abolisi kepada Tom Lembong, Ini Penjelasan Lengkapnya

Selain itu, Direktur Eksekutif Arigatou International Geneva, Kolombia, Maria Lucia Uribe Torres, juga menegaskan pentingnya pendidikan yang holistik. “Selama ini fokus pendidikan terlalu berat pada aspek kognitif, seperti literasi dan numerasi, sementara aspek sosial, emosional, dan spiritual anak sering terabaikan. Pendidikan juga harus mendukung penghormatan terhadap keberagaman budaya, bahasa, nilai, dan agama,” jelasnya.

Mendikdasmen menutup pidatonya dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk berkolaborasi menghadapi tantangan global. Ia menegaskan, perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten, didukung oleh sekolah, keluarga, komunitas, dan media.

“Melalui persatuan lintas budaya dan lintas iman, kita dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya berilmu, tetapi juga bijaksana dalam kehidupan sosial. Pendidikan yang inklusif adalah kunci membangun bangsa yang tangguh dan berkarakter,” tutupnya.

G20 Interfaith Forum (IF20) berlangsung pada 10-14 Agustus di Cape Town, Afrika Selatan dan mengangkat tema “Ubuntu in Action: Focus on Vulnerable Communities.” Sejak berdiri pada 2014, IF20 menjadi wadah jejaring interfaith yang mempertemukan pemimpin agama, masyarakat, akademisi, dan organisasi. Forum ini bertujuan mempromosikan dialog antar-agama dan kerja sama internasional untuk merumuskan rekomendasi kebijakan di tingkat G20.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Jambi “Potret Kelam Pendidikan Bangsa Ini”
Perjuangan Kader KB Menembus Medan Berat Demi Gizi Anak Desa Ciguha
Jadwal Resmi TKA SD–SMP 2026: April, Bukan Syarat Kelulusan
Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Dukung Tren Loud Budgeting, Generasi Muda Berani Berhemat demi Masa Depan
Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Harus Libatkan Sekolah, Keluarga, Masyarakat, dan Media
Turunkan Stunting di Sukabumi, Kemendukbangga Lakukan Bedah Rumah dan Intervensi Gizi
Festival Tring! Pegadaian Cirebon Dorong Gaya Hidup Sehat dan Investasi Emas Digital
Ratusan Kader TPK Sukabumi Teguhkan Komitmen Dukung Program Makan Bergizi Gratis MBG 3B

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:44 WIB

Kasus Jambi “Potret Kelam Pendidikan Bangsa Ini”

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:33 WIB

Perjuangan Kader KB Menembus Medan Berat Demi Gizi Anak Desa Ciguha

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:05 WIB

Jadwal Resmi TKA SD–SMP 2026: April, Bukan Syarat Kelulusan

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:18 WIB

Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Dukung Tren Loud Budgeting, Generasi Muda Berani Berhemat demi Masa Depan

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:53 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Harus Libatkan Sekolah, Keluarga, Masyarakat, dan Media

Berita Terbaru

NEWS

Kasus Jambi “Potret Kelam Pendidikan Bangsa Ini”

Jumat, 16 Jan 2026 - 17:44 WIB