Memperkuat Kolaborasi Global untuk Membangun Ekosistem Vaksin yang Tangguh dan Berkelanjutan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bali, 29 Oktober 2025 – 26th Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) Annual General Meeting (AGM) resmi dibuka. Dalam kegiatan yang berlangsung di The Meru, Sanur, Bali, pada 29 – 31 Oktober 2025 ini, PT Bio Farma (Persero) dipercaya sebagai co-host penyelenggaraan forum bergengsi ini.

Forum ini mempertemukan lebih dari 420 peserta dari 46 produsen vaksin di 17 negara berkembang bersama lembaga multilateral seperti WHO, UNICEF, GAVI, CEPI, PATH, CHAI, Gates Foundation, serta para mitra filantropi, regulator, akademisi, dan industri kesehatan global. Di bawah tema “Advancing Innovation and Building a Resilient Vaccine Ecosystem for a Safer World,” pertemuan ini membahas strategi untuk memperkuat kapasitas produksi vaksin, mempercepat alih teknologi, dan memperluas akses vaksin yang aman, bermutu, dan terjangkau bagi semua.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam sambutan secara virtual menekankan peranan DCVMN dalam memperkuat ekosistem vaksin global terutama di masa pandemi COVID-19.

Ia menilai, negara-negara berkembang memiliki potensi besar sekaligus menjadi kunci masa depan industri vaksin global. Dengan memperkuat manufaktur di kawasan ini, produsen tidak hanya menciptakan kedekatan dengan pasar, tetapi juga memperkuat rantai pasokan dan menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.

“Berkat dedikasi para anggotanya, DCVMN mendefinisikan ulang seperti apa manufaktur vaksin global dengan memperluas kapasitas, mengadopsi teknologi baru, dan menjalin kemitraan,” tegasnya.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menegaskan pentingnya inovasi, kolaborasi R&D termasuk pusat kolaborasi vaksin dan sekretariat riset vaksin genetik Indonesia – China di Kura-Kura Bali, serta prinsip akses yang adil dan tepat waktu bagi semua.

Baca Juga :  Dishub Cimahi Tegaskan Penyebab Kematian Anak di Cibeureum Belum Bisa Dipastikan Akibat Setrum PJG

“Tidak ada negara yang dapat bertindak sendirian, melalui DCVMN mari kita dorong inovasi dan kolaborasi yang lebih dalam, sekaligus memastikan akses vaksin yang adil, tepat waktu, dan merata. Indonesia memperkuat R&D melalui Vaccine Collaborating Centre (VOLARE), menjadi tuan rumah Indonesia-China Joint Research and Development on Vaccines and Genomics Secretariat di Kura-Kura Bali bersama Universitas Tsinghua, serta berpartisipasi dalam uji klinis global TB dan malaria, demi kedaulatan kesehatan dan keselamatan setiap nyawa.” papar Dante.

Sebagai salah satu pemasok vaksin terbesar di dunia, Bio Farma telah menyalurkan produk vaksinnya ke lebih dari 150 negara dengan 12 produk yang telah memperoleh pra-kualifikasi WHO (WHO PQ). Vaksin Bio Farma digunakan secara luas oleh UNICEF untuk program imunisasi global, termasuk vaksin polio yang menjadi salah satu pilar utama upaya eradikasi dunia.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lembaga global untuk memastikan keberlanjutan industri vaksin sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dunia.

“Kita memerlukan pendekatan collaborative problem-solving bersama WHO, Gavi, UNICEF, CEPI, dan mitra donor lainnya untuk menemukan solusi yang seimbang antara perlindungan kesehatan publik dan keberlanjutan industri,” ujar Shadiq.

Ia menyoroti tantangan yang dihadapi produsen vaksin negara berkembang, mulai dari proses WHO Prequalification yang semakin ketat hingga penurunan pendanaan donor yang mempersempit potensi pasar global. Menurutnya, kondisi ini menuntut adanya shared responsibility model di mana risiko, biaya, dan tanggung jawab dibagi secara adil antar mitra global.

“Kita harus bergerak maju dengan model tanggung jawab bersama yang memastikan setiap pihak berperan dalam menjaga keberlanjutan sistem kesehatan global,” tambahnya.

Baca Juga :  Dukung Terciptanya Kota Inklusif, Pemkot Bandung, PT Angkasa Pura dan Kick Andy Foundation Bagikan Kaki Palsu

Bio Farma juga memanfaatkan forum ini untuk memperkuat jejaring global dan mencari solusi yang mendukung kemandirian vaksin di negara berkembang.

“Momentum DCVMN AGM ini kami gunakan untuk membangun inovasi dan kolaborasi, agar negara berkembang juga dapat berkontribusi secara luas dalam membangun resilient vaccine ecosystem,” pungkasnya.

CEO DCVMN, Rajinder Suri dalam sambutannya menekankan pentingnya jejaring ini dalam menghadapi tantangan masa depan
.
”Kami akan terus meningkatkan kemampuan dan bersiap mendukung organisasi seperti CEPI, dan WHO untuk menghadapi tantangan kesehatan global yang akan datang. Tentu saja kita tidak tidak boleh melupakan apa yang telah kita alami, yaitu pandemi. Inovasi berada di inti DCVMN, oleh karena itu kami mendorong informasi, memanfaatkan kecerdasan buatan dan transformasi digital akan menjadi area fokus utama dalam konferensi ini. Kita semua menyadari bahwa teknologi baru dan mekanisme keuangan inovatif yang akan mendukung kia kedepan” jelas Suri.

“Kita berkumpul disini untuk mengevaluasi agenda imunisasi, mendiskusikan strategi dan mencapai tujuan serta sasaran bersama dengan rencana aksi yang jelas dalam lingkungan geopolitik yang terus berubah. Seperti yang kita sema yakini, imunisasi adalah cara terbaik untuk melindungi kesehatan manusia. Oleh karena itu, kehadiran para pembuat kebijakan, lembaga keuangan, organisasi internasional, regulator, pemimpin industri, akademisi dan perwakilan masyarakat sipil akan memastikan bahwa kita mengambil tanggung jawab kolektif untuk membawa dunia ke tatanan baru yang kuat dan lebih. baik untuk dunia yang lebih aman dan sejahtera” tambahnya.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap
Nasyirul Falah Amru Dorong Kejaksaan Agung Eksaminasi Kasus Hukuman Mati ABK Fandy dan Mahasiswa Unram

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:43 WIB

Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:03 WIB

Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026

Berita Terbaru