Komitmen Kemendikdasmen Perkuat Literasi Budaya dan Keagamaan Guna Wujudkan Pendidikan Inklusif di ASEAN

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 31 Oktober 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi budaya dan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkarakter di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal, Kemendikdasmen, Suharti dalam konferensi pers menjelang penyelenggaraan _International Conference on Cultural Religious Literacy: Education, and Social Trust in Multicultural Societies_ yang akan berlangsung pada 11-12 November 2025 di Jakarta.

“Di wilayah ASEAN, kita berbagi ruang hidup dengan lebih dari 600 juta penduduk sebagian besar di Indonesia dari berbagai latar belakang. Keragaman bahasa, agama, suku, budaya, dan kepercayaan lokal bukan hanya kekayaan, tetapi juga kekuatan untuk membangun persatuan dalam perbedaan,” ucap Suharti dalam sambutan di Jakarta pada Kamis (30/10).

Suharti menyampaikan bahwa keragaman di Asia Tenggara membawa kekayaan nilai dan tradisi, namun juga menghadirkan tantangan tersendiri, khususnya di sektor pendidikan. Banyak negara di kawasan ASEAN masih menghadapi hambatan dalam memastikan akses pendidikan yang merata, terutama bagi anak-anak dari daerah terpencil, kelompok minoritas, tidak mampu, migran, dan penyandang disabilitas.

“Di Indonesia saat ini memiliki misi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, kita ingin semua anak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu,” tutur Suharti.

“Kemudian modernisasi dan pengaruh global yang begitu besar berpotensi melemahkan nilai-nilai budaya dan agama tradisional yang menjadi dasar pembentukan karakter generasi muda. Lalu, tingginya ragam bahasa dan budaya di negara ASEAN membuat murid belajar menggunakan bahasa yang bukan bahasa Ibu mereka, yang dapat menghambat pembelajaran,” tambahnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK dan Politani Pangkep Wujudkan Astacita Presiden Prabowo

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan bahwa temanya adalah literasi keagamaan lintas budaya merupakan pemahaman yang sederhana dipahami dalam literasi dunia digital. “Biasanya dipahami dalam dunia digital kita perlu literasi supaya tidak tersesat. Untuk itu, perlu literasi agar memiliki kompetensi dapat terlibat positif dan konstruktif sehingga tidak menimbulkan masalah dalam masyarakat majemuk tersebut,” tutur Matius.

Matius mengungkapkan bahwa program ini bertujuan membentuk rasa saling percaya sehingga mengurangi prasangka/prejudice menjadi hambatan utama untuk membangun kerja sama dengan Lembaga. Sehingga dari 2021 sampai saat ini telah bekerja sama dengan 40 lembaga pendidikan dan keagamaan. “Pimpinan dari 40 lembaga tersebut dan guru-guru yang akan diundang dalam konferensi nanti sebagai peserta dari Indonesia,” tutur Matius.

Ia juga mengucapkan apresiasi kepada Kemendikdasmen yang telah bekerjasama yang erat untuk pendidikan karakter. “Kami telah melaksanakan beberapa kegiatan juga dengan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) agar program ini memperkuat inisiatif 7 Kebiasaaan Anak Indonesia Hebat,” ucap Matius.

*Komitmen Regional Melalui Deklarasi ASEAN Our Shared Future 2045*

Dalam upaya bersama menjawab tantangan tersebut, seluruh negara ASEAN telah menandatangani Deklarasi ASEAN Our Shared Future 2045 di Malaysia pada 26 Mei 2025. Deklarasi tersebut menegaskan komitmen untuk memperkuat solidaritas regional, memperluas kesempatan ekonomi inklusif, serta mendukung pembangunan sosial dan budaya yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Mendikdasmen: Revitalisasi Satuan Pendidikan, Fondasi bagi Ekosistem Pembelajaran yang Bermutu

Dari 12 tujuan strategis yang disepakati, dua di antaranya yakni tujuan nomor 1 dan 9 menekankan pentingnya penguatan multikulturalisme dan pendidikan yang berpihak pada keberagaman. “Nomor 1 yaitu memperkuat kerja sama dan dialog konstruktif dan nomor 9 yakni mewujudkan komunitas yang inklusif dan kohesif,” ucap Suharti.

Suharti juga mengatakan bahwa ada tiga hasil yang diharapkan dari konferensi internasional mendatang. Pertama, penguatan pemahaman literasi lintas budaya dan agama sebagai fondasi untuk membentuk karakter yang menjunjung tinggi pluralisme, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Kedua, terwujudnya kolaborasi internasional antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas agama, dan organisasi masyarakat sipil untuk memajukan pendidikan multikultural dan _multifaith_. Ketiga, pertukaran praktik baik (best practices) dalam mengembangkan model pembelajaran yang mendukung kohesi sosial, saling percaya, dan harmoni dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.

Selain itu, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali, juga menyampaikan bahwa program tersebut jika dikaitkan dalam konteks pembelajaran Deep Learning dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat maka sangat erat kaitannya.

“Pada deep learning itu terdapat delapan dimensi profil lulusan yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat berdiri sendiri sehingga didampingi dengan kewargaan, lalu berkolaborasi dapat dilakukan oleh anak-anak dalam suku maupun agama dan terakhir berkomunikasi yang baik. Maka pembelajaran mendalam itu harus bermakna sehingga memiliki inter-koneksi setiap mata pelajaran itu sendiri,” jelas Arif.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Jambi “Potret Kelam Pendidikan Bangsa Ini”
Perjuangan Kader KB Menembus Medan Berat Demi Gizi Anak Desa Ciguha
Jadwal Resmi TKA SD–SMP 2026: April, Bukan Syarat Kelulusan
Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Dukung Tren Loud Budgeting, Generasi Muda Berani Berhemat demi Masa Depan
Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Harus Libatkan Sekolah, Keluarga, Masyarakat, dan Media
Turunkan Stunting di Sukabumi, Kemendukbangga Lakukan Bedah Rumah dan Intervensi Gizi
Festival Tring! Pegadaian Cirebon Dorong Gaya Hidup Sehat dan Investasi Emas Digital
Ratusan Kader TPK Sukabumi Teguhkan Komitmen Dukung Program Makan Bergizi Gratis MBG 3B

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:44 WIB

Kasus Jambi “Potret Kelam Pendidikan Bangsa Ini”

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:33 WIB

Perjuangan Kader KB Menembus Medan Berat Demi Gizi Anak Desa Ciguha

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:05 WIB

Jadwal Resmi TKA SD–SMP 2026: April, Bukan Syarat Kelulusan

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:18 WIB

Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Dukung Tren Loud Budgeting, Generasi Muda Berani Berhemat demi Masa Depan

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:53 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Harus Libatkan Sekolah, Keluarga, Masyarakat, dan Media

Berita Terbaru

NEWS

Kasus Jambi “Potret Kelam Pendidikan Bangsa Ini”

Jumat, 16 Jan 2026 - 17:44 WIB