Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum menghadirkan platform digital informasi mudik Lebaran 2026 yang dapat diakses masyarakat untuk memantau kondisi jalan secara terkini. Platform tersebut diharapkan membantu pemudik merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan efisien.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, masyarakat dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time melalui akses kamera pengawas yang terintegrasi dalam sistem informasi tersebut.
Menurutnya, total terdapat 1.351 titik kamera CCTV yang tersebar di berbagai ruas jalan, terdiri dari 1.270 titik di jaringan jalan tol, 41 titik di jaringan jalan nasional non-tol, serta 40 titik CCTV milik Kementerian Perhubungan yang turut terintegrasi dalam platform.
Selain fitur pemantauan CCTV, platform digital tersebut juga menyediakan berbagai informasi penting terkait jalur mudik. Di antaranya peta jaringan jalan nasional, kondisi jalan dan jembatan, lokasi posko mudik, titik penempatan alat berat dan material, hingga informasi kawasan rawan kemacetan, banjir, kecelakaan, dan longsor.
Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan dapat memantau kondisi jalur sebelum berangkat maupun selama perjalanan berlangsung. Pemudik juga dapat menyesuaikan waktu perjalanan atau memilih rute alternatif apabila terjadi kepadatan lalu lintas maupun gangguan di jalur utama.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan di jalur mudik, Kementerian PU juga menyiapkan disaster relief unit (DRU) di sejumlah titik rawan bencana. Unit ini terdiri dari alat berat, material, serta tim teknis yang siap diterjunkan apabila terjadi gangguan seperti longsor, banjir, maupun kerusakan jalan yang berpotensi menghambat arus mudik.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan posko serta tim tanggap darurat di sejumlah lokasi strategis guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Berdasarkan data Kementerian PU, panjang jalan nasional non-tol mencapai 47.603,39 kilometer dengan tingkat kemantapan sekitar 93,50 persen. Sementara itu, jaringan jalan tol nasional telah mencapai sekitar 3.115 kilometer yang berperan penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia.
Kementerian PU juga menyediakan layanan call center mudik selama 24 jam yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi maupun bantuan selama perjalanan. Pemerintah menilai ketersediaan informasi yang cepat dan akurat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, khususnya pada masa mobilitas tinggi seperti mudik Lebaran.


























