Kemendikdasmen Gandeng Industri, Pastikan Lulusan Pendidikan Vokasi Siap Kerja

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dengan dunia industri guna memastikan lulusan siap menghadapi kebutuhan pasar kerja. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama strategis dengan sejumlah kementerian/lembaga dan mitra industri.

Kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) agar lebih kompeten, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta dinamika dunia kerja.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan dunia industri.

Menurutnya, pendidikan vokasi yang berbasis kompetensi memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil. Oleh karena itu, program peningkatan kemampuan seperti upskilling dan reskilling menjadi langkah penting untuk meningkatkan keahlian maupun menghadirkan keterampilan baru bagi peserta didik.

“Kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dengan mitra menjadi langkah penting untuk memastikan pendidikan ke depan mampu melahirkan lulusan yang benar-benar siap berkarya,” ujar Atip.

Baca Juga :  Demo di Pati Ricuh, Warga Desak Bupati Sudewo Mundur

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada dokumen perjanjian, tetapi benar-benar diimplementasikan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kemendikdasmen menandatangani perjanjian kerja sama dengan sejumlah mitra, antara lain Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kehutanan, PT Traspac, PT Martha Beauty Gallery, PT United Tractors, Universitas Hasanuddin, serta PT Gamecomm Indonesia Network.

“Kerja sama ini tidak hanya untuk memperkuat SMK, tetapi juga mendukung SLB, PKBM, serta peningkatan kompetensi guru pendidikan vokasi,” jelas Tatang.

Ia menambahkan, salah satu tantangan pendidikan vokasi saat ini adalah keterbatasan jumlah guru produktif. Untuk mengatasinya, Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK melakukan berbagai program peningkatan kapasitas melalui unit pelaksana teknis (UPT) maupun balai pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi.

Baca Juga :  bank bjb Terus Perkuat Bisnis, Kini Jadi BPD Pertama Penyimpan Dana Margin di Indonesia

Selain itu, kolaborasi dengan industri juga memungkinkan pemanfaatan peralatan teknologi yang lebih modern sehingga dapat menunjang proses pembelajaran. Bahkan, ke depan Kemendikdasmen juga mendorong program magang bagi widyaiswara tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

Di sisi lain, kerja sama ini disambut positif oleh kalangan sekolah. Kepala SMKN 11 Semarang, Imro’atul Azizah, menilai kolaborasi ini menjadi peluang besar bagi SMK untuk meningkatkan kualitas lulusan.

Menurutnya, kebutuhan industri gim saat ini terus meningkat sehingga diperlukan talenta-talenta muda kreatif yang mampu bersaing dan membawa nama Indonesia di tingkat global.

Melalui kemitraan strategis ini, Kemendikdasmen berharap ekosistem pendidikan vokasi di Indonesia semakin adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, lulusan pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen dan UNESCO Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan
BGN Hentikan Sementara MBG Saat Libur Sekolah, Audit Total Dapur dan Tutup SPPG Tak Layak
Mahfud MD: Rugi Kalau Dadan Dihukum Potong Tangan, Kalau Perlu Hukum Mati
Misteri Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Terungkap, Polisi Pastikan Keracunan Karbon Monoksida
KDM Prioritaskan Pembangunan Tajuk dan Masjid Kecil untuk Perkuat Spiritualitas Warga Jabar
Revitalisasi Sekolah Gerakkan Ekonomi Lokal, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
Per 10 Juni 2026, Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik Harga
Menkes Dukung Empat Langkah Baru BGN, MBG Kini Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui dan Balita

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:47 WIB

Kemendikdasmen dan UNESCO Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:54 WIB

BGN Hentikan Sementara MBG Saat Libur Sekolah, Audit Total Dapur dan Tutup SPPG Tak Layak

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:58 WIB

Mahfud MD: Rugi Kalau Dadan Dihukum Potong Tangan, Kalau Perlu Hukum Mati

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:49 WIB

Misteri Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Terungkap, Polisi Pastikan Keracunan Karbon Monoksida

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:50 WIB

KDM Prioritaskan Pembangunan Tajuk dan Masjid Kecil untuk Perkuat Spiritualitas Warga Jabar

Berita Terbaru