Mendikdasmen menyampaikan apresiasi atas dukungan DPR RI dalam pengawalan kebijakan dan alokasi anggaran pendidikan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan terwujudnya Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Salah satu program utama adalah Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menargetkan 11.744 sekolah. Selain itu, Digitalisasi Pembelajaran akan menjangkau 288.865 satuan pendidikan melalui pendampingan pemanfaatan perangkat digital dan penguatan konten pembelajaran.
Dalam upaya pemerataan akses pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP) diperluas hingga jenjang PAUD dengan sasaran 19,48 juta peserta didik dari keluarga kurang mampu. Sementara itu, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) ditargetkan menjangkau 191.697 anak. Pemerintah juga akan melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP mulai tahun 2026.
Kemendikdasmen turut memprioritaskan peningkatan kualitas pendidik melalui pelatihan bagi 119.888 guru dan tenaga kependidikan, serta Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi 41.692 guru. Program peningkatan kualifikasi S1/D4 menyasar 150 ribu guru, sementara insentif guru non-ASN dinaikkan menjadi Rp400 ribu per bulan bagi 798.905 guru.
Penguatan karakter peserta didik dilaksanakan melalui kampanye Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), penguatan budaya belajar aman dan nyaman, serta pelibatan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sebagai empat pusat pendidikan.
Di bidang kebahasaan dan literasi, pemerintah menargetkan revitalisasi bahasa daerah bagi 7.755 orang serta pencetakan dan distribusi buku bacaan bermutu ke 27.627 SD dan SMP di seluruh Indonesia.
Untuk mendukung arahan Presiden RI, Kemendikdasmen juga mengusulkan penambahan revitalisasi 60.000 satuan pendidikan serta pengadaan tiga papan interaktif digital per sekolah melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT). Selain itu, pemerintah akan memberikan bantuan buku tulis dan alat tulis bagi siswa kelas awal SD.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mengapresiasi capaian Kemendikdasmen sepanjang 2025 dan menyatakan dukungan terhadap program prioritas 2026. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara DPR RI dan pemerintah untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan efektif dan berdampak luas.
Melalui perencanaan yang terarah dan pengelolaan anggaran yang akuntabel, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam memperluas akses, meningkatkan mutu, serta memperkuat karakter peserta didik di seluruh Indonesia.


























