Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama ASEAN dan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) resmi meluncurkan ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) 2026–2030 di Jakarta.
Peluncuran roadmap ini menjadi komitmen bersama 11 negara di Asia Tenggara untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berkualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa dokumen tersebut merupakan langkah konkret untuk menerjemahkan komitmen regional ke dalam aksi nyata yang terkoordinasi dan terukur.
“Joint Roadmap ini mencerminkan visi bersama untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas layanan, serta mengintegrasikan pendidikan anak usia dini dengan aspek kesehatan, gizi, dan perlindungan anak,” ujar Mu’ti.
Roadmap ini memuat tujuh prioritas utama, di antaranya perluasan akses yang berkeadilan, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan tenaga pendidik, tata kelola lintas sektor, pemberdayaan keluarga, pemanfaatan teknologi digital, serta pembiayaan berkelanjutan.
Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menambahkan bahwa roadmap ini menjadi instrumen strategis untuk memastikan layanan PAUD di kawasan Asia Tenggara lebih inklusif, setara, dan holistik.
Sementara itu, Director SEAMEO Secretariat, Datuk Dr. Habibah Abdul Rahim, menekankan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengurangi kesenjangan di masa depan.
Dengan peluncuran ini, negara-negara ASEAN diharapkan memiliki arah yang sama dalam pengembangan PAUD hingga 2030 guna menyiapkan generasi yang berdaya saing global.


























