Kas Daerah Jabar Sempat Tinggal Rp 500 Ribu, Sekda Pastikan Gaji ASN Tetap Dibayar

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Klopakindonesia.com — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap dibayarkan tepat waktu, meski posisi Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sempat tersisa sekitar Rp 500.000 pada akhir Desember 2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan kondisi tersebut tidak mengganggu kewajiban pemerintah daerah dalam membayar hak pegawai. Menurutnya, pembayaran gaji ASN Januari 2026 telah direalisasikan secara penuh.

“Gaji ASN aman dan sudah dibayarkan. Kondisi kas daerah memang sempat sangat rendah di penghujung tahun anggaran, namun itu bersifat sementara dan sudah diantisipasi,” ujar Herman.

Baca Juga :  Membangun Pendidikan Masa Depan: Wamendikdasmen Tekankan Pentingnya Deep Learning di Era Digital

Ia menjelaskan, minimnya saldo kas daerah terjadi akibat tingginya realisasi belanja pada akhir tahun anggaran, termasuk pembayaran kewajiban daerah yang jatuh tempo. Namun, Pemprov Jabar telah menyiapkan skema pembiayaan melalui masuknya Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat serta arus pendapatan daerah lainnya.

“Begitu dana transfer dari pusat masuk, posisi kas langsung membaik dan cukup untuk membiayai belanja rutin, termasuk gaji pegawai,” katanya.

Herman juga meminta masyarakat dan ASN tidak terpancing isu yang berkembang di ruang publik terkait kondisi keuangan daerah. Ia menegaskan bahwa pengelolaan kas dilakukan secara terukur dan sesuai mekanisme perbendaharaan.

Baca Juga :  26 Pegawai Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jabar Ikuti Tes Potensi Kompetensi SJT

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut meluruskan kabar yang menyebutkan adanya keterlambatan pembayaran gaji ASN akibat kas daerah kosong. Menurutnya, isu tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Kalau ada yang merasa telat, itu lebih karena faktor teknis perbankan dan libur akhir tahun, bukan karena tidak adanya uang di kas daerah,” kata Dedi.

Pemprov Jabar memastikan ke depan pengelolaan kas akan terus diperkuat agar stabilitas fiskal daerah tetap terjaga dan pelayanan publik tidak terganggu.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis
Inggris dan Bandung Perkuat Kolaborasi Menuju Net Zero dan Ketahanan Iklim
Pegadaian Kanwil X Jabar Bersama POGI Gelar “Merdeka Stunting 2026”, Cegah Stunting Sejak Janin dalam Kandungan
Kemenhut Dorong PBPH Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel
Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla, PT MPK Dibekukan
Mentan Amran Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan dan Lindungi Rakyat
Indonesia dan RRT Siapkan Kelompok Kerja untuk Kerja Sama AI dan Teknologi
Kemendikdasmen Buka Pelatihan Mandiri bagi Guru SD untuk Mengajar Bahasa Inggris

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Inggris dan Bandung Perkuat Kolaborasi Menuju Net Zero dan Ketahanan Iklim

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Pegadaian Kanwil X Jabar Bersama POGI Gelar “Merdeka Stunting 2026”, Cegah Stunting Sejak Janin dalam Kandungan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Kemenhut Dorong PBPH Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Mentan Amran Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan dan Lindungi Rakyat

Berita Terbaru