Banjir Rendam Dua Desa di Cileunyi, 2.653 Jiwa Terdampak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Banjir yang selalu berulang kembali menerjang dua desa di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (12/8/2025) dini hari. Dua desa tersebut adalah Desa Cimekar dan Desa Cinunuk. Berdasarkan data awal, sedikitnya 2.653 jiwa terdampak banjir.

Warga Komplek Bumi Orange, Mantoyo (47), mengatakan banjir mulai menggenangi kawasan rumahnya pada dini hari akibat meluapnya debit air di saluran sungai yang berada di belakang permukiman. Luapan tersebut disertai jebolnya tanggul penghalang banjir.

“Terjangan banjir juga membawa sampah dan lumpur. Aliran sungai ini dari hulu di kawasan Gunung Manglayang. Kejadian ini menjadi persoalan yang tak kunjung selesai. Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung segera mencari solusi atas persoalan rutin ini,” ujarnya.

Gambar : Sebagian lokasi banjir masih belum surut

Ketinggian banjir di Bumi Orange Cileunyi dilaporkan mencapai 30 hingga 80 sentimeter. Selain air, sedimentasi lumpur juga terbawa derasnya arus ke permukiman. Warga saat ini masih membersihkan lumpur dari rumah masing-masing.

Baca Juga :  Perputaran Ekonomi di West Java Festival 2024 Capai Angka Fantastis!
Gambar : Lumpur yang menutupi jalan akibat banjir

“Kebutuhan mendesak warga saat ini adalah karung pasir untuk menghalau banjir susulan akibat jebolnya tanggul. Kami sudah capek dengan kejadian berulang seperti ini dan butuh penanganan serius,” kata Mantoyo.

Dampak banjir masih terlihat dari beberapa lokasi masih tergenang air dan sisa-sisa lumpur yang terbawa arus banjir menutupi jalanan komplek. Terlihat aliran sungai yang tertutupi oleh sampah bawaan akibat banjir masih belum diangkat dan dibersihkan.

Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Bandung, Anggi Gunawan, membenarkan banjir di kawasan Cileunyi dan menyebutkan penyebabnya adalah jebolnya tanggul saluran Azalea sepanjang 8 meter dengan ketinggian 2 meter.

“Akibat jebolnya tanggul itu, sedikitnya 3 RW di Komplek Bumi Orange terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter,” jelas Anggi.

Selain Bumi Orange, banjir juga terjadi di Perumahan Griya Mitra Posindo, Desa Cinunuk, dengan ketinggian air hingga 1 meter. Sedikitnya 1.620 jiwa atau sekitar 450 keluarga terdampak di kawasan ini. Hingga Selasa pagi pukul 08.00 WIB, banjir belum surut.

Baca Juga :  Rakerda Pemuda Panca Marga Jawa Barat Tegaskan Persatuan dan Tiga Program Prioritas 

Banjir Juga Terjang Dayeuhkolot
Anggi menambahkan, hujan deras pada Senin (11/8/2025) malam juga menyebabkan Sungai Citarum meluap dan merendam wilayah Desa Dayeuhkolot.

“Sedikitnya ada 17 titik genangan banjir. Ketinggian air tertinggi mencapai 80 sentimeter di Kampung Bojong Asih RW 4,” katanya.

BPBD Kabupaten Bandung masih melakukan pendataan dan akan melaporkan kebutuhan mendesak warga terdampak ke Pemerintah Kabupaten Bandung untuk penanganan segera.

Sebagai informasi, BMKG memprediksi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua pada 11-13 Agustus 2025

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Senin, 20 April 2026 - 17:47 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Berita Terbaru