Jet Tempur F-35 Jatuh, Pilot Telepon Teknisi Saat Terbang

- Jurnalis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Washington – Sebuah jet tempur siluman F-35 Lightning II milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dilaporkan jatuh saat menjalani misi latihan rutin. Pesawat canggih dengan harga fantastis sekitar Rp 3 triliun itu mengalami gangguan teknis di udara, hingga sang pilot dikabarkan harus menghubungi lima teknisi berbeda melalui radio komunikasi sebelum akhirnya memutuskan untuk melontarkan diri.

Kronologi Kejadian

Jet tempur siluman F-35 milik USAF jatuh di Pangkalan Udara Eielson, Fairbanks, Alaska, pada 28 Januari 2025, setelah mengalami kegagalan sistem roda pendaratan.

Menurut laporan yang dirilis pekan ini, insiden terjadi usai pilot melakukan kontak darurat dengan tim teknisi dari Lockheed Martin—produsen F-35—selama hampir 50 menit. Berbagai prosedur darurat dicoba, namun upaya mengatasi masalah tidak membuahkan hasil.

Baca Juga :  Gempa Megatrusht dan Pentingnya Edukasi Kesiapsiagaan Bencana

Dalam keadaan kritis, pilot akhirnya memilih untuk menggunakan kursi lontar (eject) demi menyelamatkan diri. Beberapa menit kemudian, pesawat jatuh dan hancur di area sekitar pangkalan.

Nilai Fantastis, Teknologi Canggih

F-35 dikenal sebagai salah satu pesawat tempur tercanggih di dunia dengan teknologi siluman, kecepatan supersonik, dan sistem persenjataan mutakhir. Harga satu unit pesawat ini ditaksir mencapai US$ 200 juta atau setara Rp 3 triliun. Kehilangan satu unit F-35 menjadi kerugian besar baik dari sisi finansial maupun strategi pertahanan.

Baca Juga :  Mentan Amran Sampaikan Komitmen Swasembada, Ekspor dan Visi Lumbung Pangan Dunia

Investigasi Penyebab Jatuh

Militer AS langsung mengerahkan tim investigasi untuk mencari tahu penyebab jatuhnya jet tersebut. Dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem mekanik roda pendaratan, namun penyelidikan lanjutan akan meneliti kemungkinan adanya masalah perangkat lunak avionik.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena pilot berhasil selamat.

Catatan Insiden F-35

Ini bukan pertama kalinya F-35 mengalami kecelakaan. Sejak program pengembangannya, sejumlah insiden serupa pernah terjadi di berbagai negara pengguna. Meski demikian, F-35 tetap menjadi tulang punggung kekuatan udara Amerika Serikat dan sekutunya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026
ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027
Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan
Bio Farma dan DWP Pusat Perkuat Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi HPV
Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI
GENTING Sasar 27.051 Keluarga Berisiko Stunting di Indramayu
Pegadaian Kanwil X Jabar Raih Sertifikasi ISO 22301:2019
Bio Farma Kembangkan Vaksin HPV, Rotavirus, hingga Malaria

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:01 WIB

Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 11:57 WIB

ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027

Sabtu, 19 September 2026 - 11:48 WIB

Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan

Sabtu, 19 September 2026 - 07:02 WIB

Bio Farma dan DWP Pusat Perkuat Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi HPV

Jumat, 18 September 2026 - 18:31 WIB

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI

Berita Terbaru

Ilmu Pengetahuan

Mengapa AI Membutuhkan Banyak Air dan Listrik? Ini Penjelasannya

Senin, 21 Sep 2026 - 07:47 WIB