KLOPAKINDONESIA.COM – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu jenazah laki-laki yang diduga merupakan pelatih klub sepak bola Valencia, Spanyol, yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jenazah tersebut ditemukan mengambang di perairan sekitar Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, pada Minggu (4/1/2026) pagi sekitar pukul 08.45 WITA. Lokasi penemuan berada di antara Pulau Rinca dan Pulau Seraya, tidak jauh dari jalur pelayaran wisata Labuan Bajo.
Ditemukan Setelah 10 Hari Pencarian
Kepala Kantor Basarnas Maumere menyampaikan bahwa penemuan jenazah ini merupakan hasil operasi pencarian intensif yang telah berlangsung selama hampir 10 hari sejak kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember 2025 lalu.
“Tim SAR menemukan satu jenazah berjenis kelamin laki-laki dalam kondisi mengapung. Berdasarkan ciri-ciri awal dan data penumpang yang hilang, jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban warga negara asing yang berprofesi sebagai pelatih sepak bola klub Valencia,” ujar petugas SAR di lokasi.
Usai ditemukan, jenazah segera dievakuasi menggunakan kapal SAR menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo, sebelum kemudian dibawa ke RSUD Komodo untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polri.
Masih Menunggu Identifikasi Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum mengumumkan identitas jenazah secara resmi. Proses identifikasi masih dilakukan melalui pemeriksaan medis, pencocokan data, serta koordinasi dengan pihak keluarga dan perwakilan kedutaan besar.
“Kami masih menunggu hasil identifikasi resmi. Untuk sementara statusnya masih diduga, belum bisa dipastikan 100 persen,” kata pihak kepolisian.
Korban diketahui merupakan salah satu penumpang kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam saat berlayar di kawasan Selat Padar, wilayah perairan yang dikenal memiliki arus laut cukup kuat.
Kronologi Singkat Tenggelamnya KM Putri Sakinah
KM Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember 2025 saat membawa wisatawan domestik dan mancanegara berwisata di kawasan Taman Nasional Komodo. Insiden tersebut diduga dipicu oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi, meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Akibat kecelakaan itu, sejumlah penumpang berhasil diselamatkan, sementara beberapa lainnya dilaporkan hilang dan menjadi target operasi pencarian SAR gabungan.
Pencarian Korban Lain Masih Dilanjutkan
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, serta relawan lokal menegaskan bahwa operasi pencarian korban lainnya masih akan terus dilanjutkan, menyesuaikan kondisi cuaca dan keselamatan personel.
Peristiwa ini kembali menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata laut di Labuan Bajo, salah satu destinasi super prioritas nasional, yang kerap ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.


























