Isra Mikraj sebagai Momentum Pembentukan Karakter Unggul

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 20 Januari 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Pengkajian Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H bersama Ustaz Das’ad Latif. Melalui kegiatan bertajuk “Isra Mikraj Momentum Pembentukan Karakter Unggul”, Kemendikdasmen berkomitmen untuk menanamkan nilai spiritual dan keteladanan, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mendorong terbentuknya pribadi yang berakhlak mulia dan berkarakter unggul.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mikraj memiliki makna penting dalam membangun ketangguhan spiritual dan karakter manusia. “Isra Mikraj merupakan peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Rasulullah SAW, yang menunjukkan bagaimana kekuatan spiritual melalui perintah salat menjadi bekal utama dalam menghadapi tantangan kehidupan,” ujarnya di Jakarta, Senin (19/1).

“Di dalam Al-Qur’an, salat itu dikaitkan dengan kesabaran, dikaitkan dengan zakat dan infak, serta dikaitkan dengan kemenangan. Ketika kewajiban ditunaikan dengan ikhlas, maka akan membentuk kepribadian. Kepribadian inilah yang menjadi dasar pembentukan karakter anak-anak didik kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, tujuan pendidikan nasional tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. “Perintahkanlah anak-anakmu untuk melaksanakan sholat dan bersabarlah dalam mendidik mereka. Inilah bagian dari tujuan pendidikan nasional, membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Baca Juga :  Airlangga Mundur dari Ketum Golkar, Gara-Gara Ada Tekanan?

Selain tausiyah, kegiatan ini sebagai rangka penyerahan beasiswa pendidikan kepada 30 putra-putri pegawai Kemendikdasmen melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Kemendikdasmen. Beasiswa diberikan kepada peserta didik jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi untuk mendukung keberlanjutan pendidikan, sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial sebagai bagian dari pembentukan karakter unggul. Selain itu, turut disampaikan laporan penyaluran bantuan kemanusiaan dalam bentuk school kit bagi korban bencana alam di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Das’ad Latif menekankan bahwa peringatan Isra Mikraj mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia. Ia menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik. “Pendidikan itu bukan hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi menjaga akhlak. Puncak dari semua ilmu dalam Islam adalah adab,” ujarnya.

“Isra Mikraj mengajarkan hablum minallah dan hablum minannas. Inilah fondasi pendidikan karakter, agar anak-anak didik kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, adab, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Baca Juga :  Daftar Nama 50 Caleg yang Lolos DPRD Kota Bandung  Periode 2024–2029

Ia menambahkan bahwa dalam peristiwa Isra Mikraj, Allah SWT memperlihatkan berbagai karakter manusia sebagai pelajaran moral. “Allah memperlihatkan karakter dermawan dan jujur, sekaligus memperingatkan bahaya sifat kebakhilan serta perilaku menyebarkan hoaks dan kebencian sebagai perusak kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Ustadz Das’ad Latif juga mengajak insan pendidikan untuk menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai momentum penguatan keteladanan dalam mendidik generasi muda. Lebih lanjut, proses pembentukan karakter peserta didik akan lebih efektif melalui contoh nyata yang ditunjukkan oleh orang dewasa dibandingkan hanya melalui penyampaian nasihat. Oleh karena itu, peran guru dan orang tua sebagai teladan dinilai sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Peringatan Isra Mikraj ini menjadi momentum Kemendikdasmen dalam mengintegrasikan nilai spiritual, keteladanan, dan kepedulian sosial ke dalam praktik pendidikan. Pesan yang disampaikan melalui tausiyah, penguatan peran pendidik, serta penyaluran beasiswa dan bantuan kemanusiaan diharapkan dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik sebagai generasi yang beriman dan berakhlak mulia.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru