Ini Daftar Harga BBM, LPG, dan Listrik Sebelum dan Sesudah Disubsidi Pemerintah

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Indonesia terus mempertahankan kebijakan subsidi energi untuk menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi nasional. Melalui subsidi ini, harga bahan bakar minyak (BBM), gas LPG, dan listrik yang dibayar oleh masyarakat jauh lebih rendah dibandingkan harga sebenarnya di pasaran.

Berdasarkan data resmi yang disampaikan oleh pemerintah dan dikutip dari berbagai sumber, berikut perbandingan harga sebelum dan sesudah subsidi pada tahun 2025:

Daftar Harga BBM, LPG, dan Listrik Sebelum dan Sesudah Disubsidi

Komoditas Harga Asli (Sebelum Subsidi) Harga yang Dibayar Masyarakat (Setelah Subsidi) Besaran Subsidi / Selisih Harga
Solar Rp11.950 / liter Rp6.800 / liter Subsidi sekitar 43%
Pertalite Rp11.700 / liter Rp10.000 / liter Subsidi sekitar Rp1.700 (±15%)
Minyak Tanah Rp11.150 / liter Rp2.500 / liter Subsidi sekitar 78%
LPG 3 kg Rp42.750 / tabung Rp12.750 / tabung Subsidi sekitar Rp30.000 (±70%)
Listrik Rumah Tangga 900 VA (Bersubsidi) Rp1.800 / kWh Rp600 / kWh Subsidi sekitar Rp1.200 (±67%)
Listrik Rumah Tangga 900 VA (Non-Subsidi) Rp1.800 / kWh Rp1.400 / kWh Subsidi sekitar Rp400 (±22%)
Baca Juga :  KDM di Milad 120 Ponpes Suryalaya: Islam Harus Inklusif dan Nyata

1. BBM (Bahan Bakar Minyak)
Harga BBM menjadi salah satu komponen yang paling besar disubsidi oleh pemerintah. Untuk jenis Solar, harga aslinya mencapai Rp11.950 per liter, namun masyarakat hanya membayar Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertalite yang saat ini paling banyak digunakan memiliki harga asli Rp11.700 per liter, namun dijual Rp10.000 per liter berkat subsidi pemerintah. Adapun minyak tanah disubsidi hingga 78 persen dari harga aslinya.

2. LPG (Liquefied Petroleum Gas)
LPG 3 kilogram atau gas melon menjadi komoditas vital bagi rumah tangga kecil. Harga aslinya mencapai Rp42.750 per tabung, namun masyarakat cukup membayar Rp12.750. Selisih harga mencapai Rp30.000 ini menjadi bukti nyata bahwa subsidi LPG sangat membantu masyarakat menengah ke bawah.

Baca Juga :  Misteri Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Terungkap, Polisi Pastikan Keracunan Karbon Monoksida

3. Listrik Rumah Tangga
Sektor kelistrikan juga mendapat perhatian besar dari pemerintah. Untuk pelanggan listrik rumah tangga 900 VA bersubsidi, tarif aslinya Rp1.800 per kWh namun hanya dibayar Rp600 per kWh. Sedangkan pelanggan 900 VA non-subsidi membayar Rp1.400 per kWh dari harga asli yang sama.

Kebijakan subsidi energi ini memang menyedot anggaran negara dalam jumlah besar, namun langkah ini dinilai penting untuk menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat. Pemerintah pun terus mengupayakan agar subsidi energi diberikan secara lebih tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Subsidi BBM, LPG, dan listrik bukan sekadar bantuan ekonomi, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kesejahteraan rakyat. Tanpa kebijakan ini, masyarakat harus menanggung harga energi yang jauh lebih tinggi dari yang berlaku saat ini.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Moka Jabar 2026 Didorong Jadi Komunikator Strategis Pariwisata di Era Digital
HUT ke-81 Jabar, Pemprov Fokus Perkuat Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan
DPR RI Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
Dampak Karhutla, Kemendikdasmen Siapkan Protokol Pembelajaran Darurat Asap
Pembelajaran Mendalam Bantu Guru Ubah Kesulitan Menulis Menjadi Pengalaman Belajar Menyenangkan
BNNP Jabar Ungkap Peredaran 5 Kg Sabu di Cinere Depok, Dua Tersangka Diamankan
BGN Ungkap Dugaan Kelalaian Pengolahan Ikan dalam Insiden MBG di Karo
Insiden Keamanan Pangan MBG di Karo, BGN Siapkan Sanksi Tegas hingga Pemecatan ASN

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Moka Jabar 2026 Didorong Jadi Komunikator Strategis Pariwisata di Era Digital

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:46 WIB

HUT ke-81 Jabar, Pemprov Fokus Perkuat Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:34 WIB

DPR RI Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Dampak Karhutla, Kemendikdasmen Siapkan Protokol Pembelajaran Darurat Asap

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:01 WIB

BNNP Jabar Ungkap Peredaran 5 Kg Sabu di Cinere Depok, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru

AGRICULTURE

Perbedaan Melon Hamigua dan Hamigua Lavender, Mana Lebih Manis?

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:55 WIB