Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – Fenomena langit langka akan menghiasi langit Indonesia malam ini, Selasa (3/3/2026). Gerhana Bulan Total dipastikan dapat disaksikan dari seluruh wilayah Tanah Air selama kondisi cuaca cerah.

Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Pada momen ini, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi sehingga tampak berwarna merah tembaga. Fenomena ini kerap disebut sebagai blood moon atau bulan darah.

Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana Bulan aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus.

Jam Puncak Gerhana di Indonesia

Berikut jadwal fase puncak Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 di Indonesia:

  • WIB: 18.33 WIB
  • WITA: 19.33 WITA
  • WIT: 20.33 WIT

Pada waktu tersebut, Bulan berada pada fase totalitas maksimum dan warna merahnya terlihat paling jelas.

Rangkaian Fase Gerhana

Berikut tahapan lengkap Gerhana Bulan Total malam ini:

  • Gerhana penumbra mulai: 15.42 WIB
  • Gerhana sebagian mulai: 16.49 WIB
  • Gerhana total mulai: 18.03 WIB
  • Puncak gerhana: 18.33 WIB
  • Gerhana total berakhir: 19.03 WIB
  • Gerhana berakhir sepenuhnya: 21.24 WIB
Baca Juga :  TINGKAT POPULARITAS DANDAN SEMAKIN TERASA DI MASYARAKAT BANDUNG

Total durasi gerhana berlangsung lebih dari lima jam, sementara fase totalitas terjadi hampir satu jam.

Mengapa Bulan Berubah Menjadi Merah?

Fenomena Bulan merah atau yang kerap disebut blood moon terjadi akibat proses hamburan cahaya di atmosfer Bumi yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh. Dalam proses ini, cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar ke berbagai arah oleh partikel-partikel di atmosfer.

Sementara itu, cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah dan jingga tetap diteruskan dan dibiaskan menuju permukaan Bulan. Akibatnya, ketika Bulan berada sepenuhnya dalam bayangan inti Bumi saat fase totalitas, warna yang tampak justru kemerahan.

Proses ini serupa dengan fenomena yang menyebabkan langit berwarna jingga atau merah saat matahari terbit dan terbenam.

Berbeda dengan gerhana Matahari yang hanya dapat diamati di wilayah tertentu serta membutuhkan pelindung mata khusus, Gerhana Bulan aman dilihat dengan mata telanjang. Bahkan, cahaya Bulan saat gerhana justru lebih redup dibandingkan saat purnama biasa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sepanjang tahun 2026 akan terjadi empat kali gerhana, terdiri atas dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Silfester Matutina Diburu! Jaksa Agung Tak Mau Eksekusi Tertunda Lagi

Secara astronomis, peristiwa ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota dalam seri Saros 133. Fenomena serupa sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008 dan diperkirakan akan kembali berlangsung pada 13 Maret 2044.

Terlihat di Seluruh Indonesia

Fenomena ini dapat diamati dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Masyarakat disarankan mencari lokasi terbuka dengan pandangan ke arah timur, terutama saat Bulan mulai terbit.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memilih lokasi dengan minim polusi cahaya serta memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi agar kondisi pengamatan tetap optimal.

Dengan durasi totalitas hampir satu jam, Gerhana Bulan Total hari ini menjadi momen langka yang sayang untuk dilewatkan. Jika langit di wilayah Anda cerah malam ini, jangan lupa meluangkan waktu untuk menyaksikan langsung keindahan “bulan darah” di langit Indonesia.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:37 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:37 WIB

Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia

Berita Terbaru