Fakta Sidang Korupsi Chromebook: Pejabat Eselon II Diganti Nadiem Karena Tak Setuju

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024 Nadiem Anwar Makarim disebut pernah mencopot pejabat eselon II di lingkungan Kemendikbudristek karena tidak sejalan dengan kebijakan pengadaan laptop berbasis Chromebook. Fakta tersebut kembali mengemuka seiring bergulirnya sidang dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kasus tersebut mulai disidangkan pada Selasa, 16 Desember 2025, dengan menghadirkan tiga terdakwa, yakni mantan konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek periode 2020–2021 Sri Wahyuningsih, serta Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kemendikbudristek periode 2020–2021 Mulyatsyah.

Dalam sidang tersebut, nama Nadiem Anwar Makarim muncul dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riady, khususnya dalam dakwaan terhadap Sri Wahyuningsih. Namun, Nadiem tidak dihadirkan di persidangan karena masih menjalani masa pemulihan usai operasi dan sebelumnya sempat dibantarkan akibat menjalani operasi wasir.

JPU mengungkapkan bahwa Nadiem disebut pernah mengganti dua pejabat eselon II di Kemendikbudristek, yakni Direktur SD Ditjen PAUD dan Dikdasmen Khamim serta Direktur SMP Ditjen PAUD dan Dikdasmen Poppy Dewi Puspitawati. Pergantian tersebut terjadi karena keduanya dinilai berbeda pendapat terkait hasil kajian teknis pengadaan perangkat TIK.

Baca Juga :  Desa Karyamukti Juara I PANTAU BKBMU, Bukti Optimalisasi Dana Desa untuk Pengasuhan Balita

Selanjutnya, melalui Keputusan Nomor: 5190/C.C1/KP/2020 tentang penetapan tim teknis review hasil kajian analisis kebutuhan alat pembelajaran TIK di SD dan SMP, Mulyatsyah ditunjuk sebagai ketua tim teknis, menggantikan Khamim, sementara Sri Wahyuningsih sebagai wakil ketua, menggantikan Poppy Dewi Puspitawati. Tim teknis tersebut bertugas mereview kajian teknis yang sebelumnya telah disusun oleh Khamim dan Poppy.

Jaksa menyebut, setelah pergantian pejabat tersebut, Nadiem memerintahkan Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah agar tim teknis menyusun review yang pada intinya merekomendasikan pengadaan TIK tahun 2020 menggunakan Chromebook.

“Sesuai arahan Nadiem Anwar Makarim yaitu menggunakan Chromebook dengan sistem operasi Chrome yang dinilai lebih unggul. Padahal, terdakwa Sri Wahyuningsih mengetahui Chromebook dengan sistem operasi Chrome mengalami kegagalan di sekolah-sekolah, khususnya di daerah 3T,” ujar jaksa dalam persidangan.

Baca Juga :  Komisi IV Minta Pemerintah Tegas Bongkar Pagar Laut di Tangerang

Lebih lanjut, JPU Roy Riady menegaskan bahwa perbedaan pandangan terkait kajian teknis menjadi salah satu alasan pencopotan pejabat eselon II tersebut.

“Salah satu alasan terdakwa Nadiem Anwar Makarim mengganti pejabat eselon II, di antaranya Poppy Dewi Puspitawati, karena berbeda pendapat terkait hasil kajian teknis yang tidak sesuai dengan arahan terdakwa Nadiem Anwar Makarim,” kata Roy Riady.

Khamim kemudian digantikan oleh Sri Wahyuningsih, sementara Poppy Dewi Puspitawati digantikan oleh Mulyatsyah. Jaksa menyebut, keduanya dicopot karena tidak setuju pengadaan TIK merujuk pada satu produk tertentu.

Dalam dakwaan, Sri Wahyuningsih disebut telah menguntungkan sejumlah pihak, termasuk disebut menguntungkan Nadiem Anwar Makarim sebesar Rp 809 miliar, Mulyatsyah sebesar SGD 120 ribu dan USD 150, serta sejumlah korporasi. Namun, dalam daftar pihak yang diuntungkan tersebut, tidak tercantum nama Sri Wahyuningsih sendiri.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap
Nasyirul Falah Amru Dorong Kejaksaan Agung Eksaminasi Kasus Hukuman Mati ABK Fandy dan Mahasiswa Unram

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:43 WIB

Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:03 WIB

Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026

Berita Terbaru