Evaluasi Program Pencegahan Stunting di Jawa Barat, Tim BPKP dan BKKBN Gelar Exit Meeting

- Jurnalis

Selasa, 9 September 2025 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Momentum evaluasi program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Jawa Barat kembali digelar. Senin, 8 September 2025, Tim Evaluasi Perwakilan BPKP Jawa Barat bersama Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat mengadakan exit meeting di Kantor BKKBN Jabar untuk membahas hasil evaluasi program stunting 2025.

Kegiatan ini merujuk pada Surat Tugas Kepala Perwakilan BPKP Jawa Barat Nomor PE.09.02/ST-927/PW10/2.2/2025 tertanggal 23 Juli 2025, sebagai tindak lanjut upaya kolaboratif dalam memperkuat tata kelola program percepatan penurunan stunting.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Sebut Pangandaran 'Setengah Sekarat', Minta Langkah Serius Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi A. Roswandi, menyampaikan bahwa hasil evaluasi akan dituangkan dalam laporan resmi dan menegaskan komitmen lembaganya untuk segera menindaklanjuti rekomendasi BPKP. “Bersama BPKP, kita memperkuat akuntabilitas dan efektivitas tata kelola pemerintahan dalam pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Jawa Barat,” ujarnya.

Capaian Jawa Barat pada 2024 menjadi sorotan utama. Prevalensi stunting berhasil turun dari 21,7% menjadi 15,9%, atau penurunan sebesar 5,8%. Penurunan ini juga berkontribusi menurunkan angka stunting nasional dari 21,5% menjadi 19,8%, sehingga secara nasional angka stunting untuk pertama kalinya berada di bawah 20%.

Baca Juga :  ‘Mengapa Kamu Matikan Sakelar?’ – Rekaman Suara Kokpit Menambah Misteri Jatuhnya Pesawat Air India

Data tersebut menunjukkan bahwa intervensi strategis di Jawa Barat, sebagai provinsi dengan populasi terbesar, telah memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian target nasional. Meski demikian, angka 15,9% masih perlu dituntaskan agar semakin mendekati target nasional jangka menengah.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru