Buruan SAE Sabilulungan Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga untuk Dukung Percepatan Penurunan Stunting di Jawa Barat

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Komitmen memperkuat ketahanan pangan keluarga sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan stunting terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung melakukan kunjungan ke Buruan SAE Sabilulungan di Kelurahan Karasak, Kota Bandung, pada 9 Juni 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung pengelolaan kawasan pangan keluarga yang hasil panennya dimanfaatkan sebagai bahan baku Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), salah satu program unggulan Kemendukbangga/BKKBN dalam meningkatkan pemenuhan gizi bagi keluarga berisiko stunting.

Buruan SAE Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat

Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau berbagai komoditas pangan yang dibudidayakan masyarakat secara gotong royong, seperti sayuran hijau, cabai, tomat, terong, serta berbagai tanaman pangan lainnya yang memiliki nilai gizi tinggi.

Pengelolaan Buruan SAE menunjukkan bagaimana lahan pekarangan dapat dimanfaatkan secara produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mendukung program kesehatan masyarakat.

Selain menjadi sumber bahan pangan rumah tangga, kawasan ini juga berkembang sebagai ruang pemberdayaan masyarakat yang mendorong pola hidup sehat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Hasil Panen Dimanfaatkan untuk Program DASHAT

Salah satu keunggulan Buruan SAE Sabilulungan adalah pemanfaatan hasil panennya sebagai bahan baku menu bergizi dalam kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

Program DASHAT merupakan inovasi Kemendukbangga/BKKBN yang bertujuan mendukung keluarga berisiko stunting melalui penyediaan makanan bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat.

Baca Juga :  Gelar Indonesia Food Innovation 2024, Kemenperin Jaring dan Kembangkan IKM Pangan Inovatif

Pemanfaatan hasil panen dari Buruan SAE memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Menyediakan bahan pangan yang lebih segar dan bernilai gizi tinggi.
  • Menekan biaya penyediaan makanan tambahan.
  • Memanfaatkan potensi lokal secara optimal.
  • Mendukung keberlanjutan program pemberian makanan bergizi.

Menu yang dihasilkan kemudian diberikan kepada kelompok sasaran prioritas, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Pencegahan Stunting Dimulai dari Ketahanan Pangan

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian makanan tambahan, tetapi harus didukung oleh sistem ketahanan pangan keluarga yang mampu menyediakan bahan pangan bergizi secara berkelanjutan.

Menurutnya, Buruan SAE menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung peningkatan gizi keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

“Pencegahan stunting tidak hanya berbicara tentang pemberian makanan tambahan, tetapi juga bagaimana memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi yang berkelanjutan. Buruan SAE Sabilulungan menjadi contoh baik bahwa hasil panen masyarakat dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung kegiatan DASHAT dan meningkatkan kualitas gizi keluarga,” ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena menggabungkan aspek produksi pangan, edukasi gizi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

DPPKB Kota Bandung turut mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam mengembangkan kawasan pangan keluarga yang produktif.

Baca Juga :  Putih Sari Konsisten Menggalakkan Program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Karawang

Menurut DPPKB, keberhasilan Buruan SAE tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, kader, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan yang bersama-sama membangun budaya memanfaatkan lahan pekarangan untuk menghasilkan pangan sehat.

Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Mengolah Hasil Panen Menjadi Menu Bergizi

Selain meninjau area pertanian, rombongan juga melihat secara langsung proses pengolahan hasil panen menjadi berbagai menu sehat di dapur DASHAT.

Beragam bahan pangan lokal diolah menjadi makanan bergizi dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi kelompok sasaran, terutama ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas asupan gizi, tetapi juga mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber nutrisi yang mudah diperoleh dan berkelanjutan.

Buruan SAE Sebagai Model yang Dapat Direplikasi

Melalui kunjungan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat bersama DPPKB Kota Bandung berharap praktik baik yang telah dikembangkan di Buruan SAE Sabilulungan dapat diterapkan di berbagai daerah lainnya.

Pemanfaatan lahan pekarangan untuk menghasilkan pangan bergizi dinilai menjadi solusi yang tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga meningkatkan kemandirian pangan masyarakat serta memperkuat ekonomi keluarga.

Model integrasi antara Buruan SAE dan Program DASHAT menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari penyediaan bahan pangan bergizi, edukasi mengenai pola konsumsi sehat, hingga pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru