Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Dadi Roswandi, menegaskan pentingnya penguatan 7 Dimensi Lansia Tangguh sebagai strategi krusial dalam mewujudkan Bonus Demografi yang berkualitas. Menurutnya, keberadaan lansia yang sehat, aktif, dan mandiri, serta didukung oleh keluarga dan lingkungan yang peduli, menjadi elemen penting dalam membentuk keluarga berdaya dan generasi masa depan yang lebih baik.
Pesan tersebut disampaikan Dadi Roswandi di sela kegiatan Penguatan Lansia melalui Sidaya, edukasi gizi, dan layanan Program Bangga Kencana yang digelar di Desa Cicalung, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Senin (09/12/2025). Kegiatan ini diikuti ratusan warga, terutama kelompok lanjut usia (lansia), Keluarga Risiko Stunting (KRS), dan Pasangan Usia Subur (PUS) yang mendapatkan layanan kesehatan, konseling, hingga edukasi pencegahan stunting.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan terhadap lansia harus dilakukan secara komprehensif melalui tujuh dimensi yang meliputi kesehatan fisik, kesehatan mental, kemandirian ekonomi, partisipasi sosial, lingkungan yang ramah lansia, hubungan keluarga, serta akses informasi dan teknologi. Penguatan setiap dimensi diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup lansia dan memperpanjang produktivitas mereka.
Dadi juga menekankan bahwa keberhasilan penurunan stunting tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah. Keterlibatan aktif keluarga, masyarakat, dan komunitas menjadi faktor penting untuk menciptakan perubahan nyata di tingkat rumah tangga.
“Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi. Tidak bisa hanya pemerintah. Peran keluarga, terutama dalam memberikan pengasuhan, pola makan bergizi, serta perhatian pada tumbuh kembang anak, sangat menentukan,” ujarnya.
Kegiatan di Majalengka ini menjadi bukti komitmen BKKBN Jawa Barat dalam mendorong edukasi lintas kelompok, mulai dari lansia hingga keluarga muda, demi mewujudkan masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya.


























