Dalam upaya mewujudkan Generasi Emas 2045, pemerintah terus menghadirkan Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) dengan melibatkan perusahaan swasta dan BUMN. Pada 3 Oktober 2025, PT Geothermal Pertamina Energy Tbk Kamojang dan Perwakilan KemendukBangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat menandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk program TAMASYA di TPA Marfuah Musaddadiyah.
Kepala BKKBN Jabar, Dadi Ahmad Roswandi, menyampaikan bahwa fenomena wanita bekerja semakin meluas di masyarakat, sementara 20,9% anak Indonesia kehilangan peran ayah yang penting bagi pertumbuhan mereka. “Hadirnya Tamasya ini menunjukkan bahwa negara mampu hadir dalam mengatasi permasalahan keluarga. Pemerintah dan BUMN harus berkolaborasi agar setiap anak dapat tumbuh sehat, bahagia, serta mendapat pengasuhan yang baik,” ujar Dadi.
Dadi menambahkan, saat ini terdapat 146 Tamasya yang terdaftar, sebagian telah menerima pembinaan dan bantuan dari perusahaan swasta maupun BUMN. Ia berharap semakin banyak pihak terlibat agar orang tua tidak khawatir saat bekerja karena anaknya berada di tempat yang aman.
Sejalan dengan visi pemerintah, General Manager PT Geothermal Pertamina Energy Tbk, I Made Budi Kusuma, menyatakan komitmennya mendukung pemerintah dalam menghadirkan tempat penitipan anak yang ramah keluarga. “Setiap anak harus tumbuh dengan pengasuhan dan gizi yang baik agar memiliki fisik sehat, mental kuat, dan otak cerdas. Hal ini dapat terwujud melalui layanan berkualitas di Tamasya,” tutur Made.
Kepala Sekolah TPA Marfuah Musaddadiyah, Devi Nurlaela Samti, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. “Saya merasa terhormat menjadi bagian dari kolaborasi ini. Semoga kolaborasi ini membawa berkah bagi setiap orang tua yang menginginkan pengasuhan terbaik untuk anaknya,” ujar Devi.
Melalui momen penandatanganan PKS ini, diharapkan seluruh pihak dapat terlibat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, cerdas, dan memiliki mental kuat melalui program TAMASYA.


























