Bio Farma Group Dukung Peluncuran 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Melalui Inisiatif Apotek Desa Merah Putih

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klaten, 21 Juli 2025 — Bio Farma Group, sebagai Holding BUMN Farmasi, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah melalui partisipasinya pada peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia secara serentak di seluruh Indonesia, bertempat di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Klaten, Jawa Tengah.

Sebagai Holding BUMN Farmasi, Bio Farma terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem layanan kesehatan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui anak usahanya PT Kimia Farma Apotek (KFA), Bio Farma Group mendorong percepatan pendirian Apotek Desa Merah Putih sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pemerataan akses obat-obatan dan pelayanan kefarmasian di seluruh penjuru Indonesia.

Dilansir dari website Kementerian Sekretariat Negara, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa koperasi adalah alat perjuangan rakyat kecil untuk menjadi kuat secara ekonomi. Kepala Negara juga menegaskan bahwa peluncuran 80.081 koperasi ini bukanlah langkah kecil, melainkan gerakan nasional strategis untuk memotong dominasi ekonomi oleh pihak-pihak besar yang selama ini menghambat kemajuan rakyat.

“Pada hari ini kita meluncurkan kelembagaan 80.000 Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih, tepatnya 80.081 koperasi. Hari ini adalah memang hari yang bersejarah. Kita mulai suatu usaha besar. Koperasi ini adalah usaha besar strategis,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga :  Festival Iconic 2024 Hadirkan Ratusan Inovasi Pengolahan Sampah dan Penurunan Angka Stunting

Lebih dari sekadar legalitas kelembagaan, Presiden Prabowo juga menyebut bahwa koperasi-koperasi ini akan didukung dengan infrastruktur nyata seperti gudang penyimpanan, cold storage, gerai sembako, apotek, hingga kendaraan logistik. Selain itu, akan terdapat pula fasilitas pinjaman super mikro untuk mempermudah distribusi barang dan perputaran ekonomi desa.

“Kalau kita punya niat yang baik, kehendak yang baik, dorongan yang kuat, motivasi yang kuat, bisa. Yang tidak bisa, jadi bisa. 80 ribu,” ujarnya.

Apotek Desa Merah Putih dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan model bisnis kolaboratif. Bio Farma Group tidak hanya berperan sebagai penyedia produk melalui KFA, tetapi juga mengorkestrasi sinergi antar-BUMN seperti PT Pos Indonesia, PT Telkom, dan Himbara untuk mendukung logistik, digitalisasi, dan pembiayaan usaha koperasi desa.

“Sebagai induk dari Kimia Farma, Indofarma, dan seluruh ekosistem BUMN Farmasi, Bio Farma memegang peranan sentral dalam mendorong transformasi pelayanan kesehatan dari hulu ke hilir. Apotek Desa Merah Putih selaras dengan strategi kami untuk memperluas jangkauan pelayanan kefarmasian hingga ke desa-desa, menjamin ketersediaan obat esensial, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma.

Program ini dilaksanakan melalui kemitraan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dengan model bisnis di mana KDMP mengelola operasional apotek, sementara PT Kimia Farma Apotek sebagai penyedia produk dan pembina standar mutu layanan. Seluruh transaksi dilakukan melalui platform digital PADI UMKM dan sistem pembayaran QRIS, didukung oleh jaringan distribusi dari PT Pos Indonesia.

Baca Juga :  Mentan Masifkan Pompanisasi Hadapi Kekeringan Panjang

Djagad Prakasa Dwialam, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, menekankan bahwa program ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses kesehatan sekaligus meningkatkan layanan kesehatan masyarakat desa.

“Kimia Farma tidak hanya menyediakan produk berkualitas, tetapi juga melakukan pendampingan berkelanjutan terhadap standar pelayanan apotek di setiap titik. Apotek Desa adalah bagian dari misi Kimia Farma untuk menghadirkan pelayanan kefarmasian yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan terpercaya,” ujar Djagad.

Djagad menambahkan bahwa Kimia Farma siap memperluas dukungan jika koperasi desa ingin mengembangkan layanan kesehatan lainnya.

“Apabila KDMP berminat mengelola layanan klinik, kami melalui PT Kimia Farma Diagnostika siap memberikan pembinaan dan pendampingan dalam penerapan standar pelayanan klinik, sehingga kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa dapat terbangun secara terpadu,” lanjutnya.

Program ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan menjadi bagian dari kontribusi Bio Farma Group dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya peningkatan akses layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi desa, dan penciptaan lapangan kerja lokal.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau
Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026
Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun
Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan
DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat
Janji Mentan Amran ke Petani Karawang Direalisasikan dalam Hitungan Jam
KPK Periksa Pejabat Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi
21 Wilayah Jawa Barat Berpotensi Kekeringan 1-10 September 2026, 18 Daerah Status Awas

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:30 WIB

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau

Selasa, 1 September 2026 - 16:25 WIB

Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026

Selasa, 1 September 2026 - 15:21 WIB

Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun

Selasa, 1 September 2026 - 15:16 WIB

Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan

Selasa, 1 September 2026 - 14:24 WIB

DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat

Berita Terbaru