Sydney – Tragedi penembakan massal mengguncang kawasan wisata Bondi Beach, Sydney, Australia, pada Minggu malam (14/12/2025) waktu setempat. Insiden berdarah tersebut menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Aparat kepolisian mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan adalah seorang ayah dan anaknya.
Penembakan terjadi saat ratusan warga tengah berkumpul di sekitar pantai untuk mengikuti sebuah acara komunitas. Suasana yang awalnya ramai berubah menjadi kepanikan ketika pelaku melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah kerumunan.
Kepolisian Negara Bagian New South Wales menyebutkan, pelaku merupakan pria berusia sekitar 50 tahun dan anaknya yang berusia 20-an tahun. Keduanya menggunakan senjata api legal milik sang ayah. Dalam upaya penindakan, aparat menembak mati sang ayah di lokasi kejadian, sementara anaknya berhasil ditangkap dan kini menjalani perawatan di rumah sakit dengan penjagaan ketat.
“Ini adalah salah satu serangan paling mematikan yang pernah terjadi di Australia dalam beberapa dekade terakhir,” ujar pejabat kepolisian setempat dalam konferensi pers.
Berdasarkan data sementara, 16 korban meninggal dunia terdiri dari pria, perempuan, dan anak-anak, sementara lebih dari 40 orang lainnya mengalami luka-luka, sebagian di antaranya dalam kondisi kritis. Para korban langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Sydney.
Pemerintah Australia menetapkan duka cita nasional atas tragedi tersebut. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan bahwa bendera Australia akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
“Bendera akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri hari ini sebagai penghormatan kepada semua yang telah meninggal dan semua yang terluka,” kata Albanese dalam pernyataan resminya.
Albanese juga mengecam keras aksi penembakan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan kejahatan yang keji dan tidak berperikemanusiaan. Pemerintah berjanji akan melakukan pengetatan pengawasan kepemilikan senjata api serta meningkatkan pengamanan di ruang-ruang publik.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif penembakan, termasuk kemungkinan adanya unsur kebencian atau teror. Sementara itu, kawasan Bondi Beach masih disterilkan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Tragedi ini menuai duka mendalam, tidak hanya bagi warga Australia, tetapi juga masyarakat internasional, mengingat Bondi Beach merupakan salah satu ikon pariwisata dunia.


























