Ajang OSN 2025 Menciptakan Sportivitas dan Pembangunan Karakter Talenta Sains Unggul Berkelanjutan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia — Terciptanya rasa persahabatan dan membangun karakter dengan sikap rendah hati dalam momen adu kecerdasan telah terwujud melalui pelaksanaan Ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti saat menyampaikan pesan semangat dalam acara Penutupan dan Penganugerahan OSN Pendidikan Dasar Tingkat Nasional 2025, di Jakarta, Jumat (26/9).

“Pengalaman mengikuti OSN semoga jadi langkah awal mengembangkan potensi, bakat, minat, serta daya saing global kalian secara berkelanjutan menjadi talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Sekretaris Jenderal Suharti, di hadapan 300 murid peserta OSN tingkat sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sederajat.

Suharti menegaskan bahwa Kemendikdasmen akan terus berkomitmen mengembangkan OSN dan ajang serupa lainnya menjadi lebih baik dan relevan dengan kebutuhan murid. “Selamat untuk seluruh peserta yang telah meraih prestasi, dan jangan bersedih yang belum mendapatkan prestasi. Tetap semangat belajar, teruslah memiliki karakter rendah hati berbagi ilmu,” ujar Sesjen Suharti.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono menuturkan sebanyak344.807 murid telah mendaftar sebagai peserta OSN, termasuk dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), yaitu dari SILN Riyadh, Arab Saudi dan SILN di Malaysia.

Baca Juga :  Tak Tinggalkan Warga, KDM Berikan Kompensasi bagi 9.300 Penduduk Parungpanjang

“Cukup menggembirakan, tahun ini terdapat kenaikan sebanyak 34% murid SD/MI, dan 14% murid SMP/MTs yang mendaftar dibandingkan tahun 2024 lalu. Fokus penilaian yang dilakukan oleh juri mencakup 4 aspek yaitu, ketepatan dan keakuratan jawaban, kreativitas dan orisinalitas penyelesaian soal, kemampuan analitis dan sintesis, sertakedisiplinan, sportivitas, kejujuran,” jelas Irene.

Seusai pemberian apresiasi, murid kelas VI di SDN 3 Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Alviando Sabandar mengungkapkan kegembiraannya meraih medali Perak lewat lomba bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang diikuti. “Saya merasa senang dengan prestasi ini, dan semoga seluruh teman-teman di Indonesia tetap semangat belajar untuk dapat sukses seperti saya,” tutur Alviando.

Tak ketinggalan, murid kelas IX, Howard Valero Hansen yang bersekolah di SMP Darma Yudha Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menuturkan kesannya saat mengikuti OSN bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). “Saat melakukan tes eksperimen tentang enzim protease dan gaya apung, sangat seru karena langsung memegang alatnya,” ungkap Howard yang meraih medali Emas, predikat The Best Practicum, dan The Best Overall.

Baca Juga :  Konsolidasi Pusat dan Daerah, Kemendikdasmen Percepat Transformasi Pendidikan di Jawa Barat

Sebagai informasi, OSN adalah ajang Kompetisi Sains bagi pelajar SD, SMP, dan SMA sederajat di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). OSN bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan ruang aspirasi serta apresiasi untuk murid dalam mewujudkan talenta emas Indonesia.

Pelaksanaan OSN 2025, selain bidang Matematika, dan IPA, OSN menambah bidang lomba baru yaitu bidang IPS untuk jenjang SD. Peserta kompetisi memperebutkan medali Emas, Perak, dan Perunggu. Selain itu, predikat prestasi yang disematkan kepada peserta yang dinilai unggul yaitu The Best Theory, The Best Exploration, The Best Challenger, The Best Experiment, The Best Overall, The Best Practicum, dan The Most Perfect Score.

Provinsi DKI Jakarta meraih peringkat pertama sebagaiprovinsi yang meraih medali terbanyak dengan raihan 8 medali emas, 8 perak, dan 10 perunggu. Selanjutnya, posisi kedua diraih oleh Provinsi Jawa Timur dengan perolehan 3 medali emas, 9 perak, dan 12 perunggu. Terakhir, posisi ketiga didapatkan oleh Provinsi Sumatra Utara dengan raihan 3 medali emas dan 1 perunggu.

 

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau
Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026
Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun
Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan
DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat
Janji Mentan Amran ke Petani Karawang Direalisasikan dalam Hitungan Jam
KPK Periksa Pejabat Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi
21 Wilayah Jawa Barat Berpotensi Kekeringan 1-10 September 2026, 18 Daerah Status Awas

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:30 WIB

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau

Selasa, 1 September 2026 - 16:25 WIB

Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026

Selasa, 1 September 2026 - 15:21 WIB

Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun

Selasa, 1 September 2026 - 15:16 WIB

Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan

Selasa, 1 September 2026 - 14:24 WIB

DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat

Berita Terbaru