Kemendikdasmen Gandeng Industri, Wujudkan Ekosistem Pembelajaran Kolaboratif

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Dalam upaya penguatan integrasi pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus (Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK) melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan berbagai DUDI ternama yang diselenggarakan di Jakarta.

Penandatanganan PKS tersebut merupakan komitmen kedua belah pihak dalam mewujudkan ekosistem pembelajaran yang kolaboratif dan berorientasi pada kebutuhan pasar kerja. Terdapat 6 industri yang melaksanakan penandatanganan PKS secara langsung, yakni PT. Tera Data Indonusa (Axioo), PT. Akademi Kopi Indonesia, Metier Academy (ESMOD), PT. Sasana Solusi Digital, dan Yayasan Amal Khair Yasmin (Aflatoun), serta PT. Daikin Airconditioning Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kemitraan ini dapat mendorong talenta-talenta vokasi berkualitas dan berkompetensi global. “Kemitraan yang dibangun antara pendidikan Ditjen Diksi PKLKP dan industri bukan hanya tentang peluang kerja setelah peserta didik lulus. Lebih dari itu, kemitraan adalah tentang membangun sinergi sejak dari hulu, dalam proses pendidikan itu sendiri agar setiap langkah pembelajaran yang dijalankan benar-benar relevan, aplikatif, dan berorientasi pada masa depan,” ucap Dirjen Tatang.

“Kerja sama yang kita bangun hari ini adalah bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang lebih kontekstual dan berdampak,” tambah Dirjen Tatang di Jakarta, pada Rabu, (13/8).

Baca Juga :  Wihaji : GATI Untuk Cegah Fatherless Di Indonesia

Ia juga mengajak semua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung relevansi pendidikan vokasi dengan industri. “Mari kita berkolaborasi untuk mewujudkan lulusan vokasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing di tingkat global,” imbuh Tatang.

*PKS Memastikan Keberlanjutan Program*

Dirjen tatang mengatakan melalui kerja sama dengan industri tersebut, agar lulusan vokasi diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan ketangguhan mental dalam menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Kursus dan Pelatihan, Saryadi, menyoroti beberapa bentuk kerja sama strategis yang akan dilakukan, meliputi pengembangan dan penyelarasan kurikulum, pengembangan kompetensi murid/peserta didik dan guru/instruktur, fasilitasi sarana dan prasarana industri, fasilitasi praktik kerja lapangan (PKL), magang, dan sertifikasi kompetensi, penyerapan lulusan, serta publikasi dan komunikasi.

“Ruang lingkup kemitraan tidak hanya relevan untuk Direktorat Kursus dan Pelatihan, tetapi juga mencakup kebutuhan dan kepentingan unit lain di lingkungan Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK,” ujar Saryadi.

PKS dapat menjadi salah satu cara untuk memastikan keberlanjutan program-program yang sudah terjalin sebelumnya. Saryadi menambahkan terdapat program Magang Instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di berbagai bidang industri, seperti fesyen dan tata busana dengan ESMOD ataupun penguatan kompetensi instruktur barista bersama PT. Akademi Kopi Indonesia.
Saryadi berharap setiap ruang lingkup yang telah disepakati dalam PKS dapat terlaksana secara konsisten sesuai jadwal, didukung sumber daya yang memadai, dan diawasi kemajuannya melalui mekanisme evaluasi bersama.

Baca Juga :  Sedekah Pohon Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Oleh Pelija Foundation

Dari sisi industri, kerja sama dapat membantu menghadirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan sehingga industri tidak kekurangan tenaga terampil di masa depan, terutama di sektor yang bertumbuh dengan sangat cepat seperti teknologi dan digital.

Tak hanya itu, Direktur PT. Tera Data Indonusa (Axioo), Alex, menyampaikan bahwa industri membutuhkan tenaga kerja yang kompeten dan cepat beradaptasi. Menurutnya, PKS tersebut membantu industri dalam mendapatkan tenaga kerja yang siap pakai sesuai dengan kebutuhan.

“Axioo telah membuka penyerapan lulusan melalui afiliasi industri yang telah menyasar 1.300 SMK. Selanjutnya, kami akan melaksanakan magang instruktur kursus dan pelatihan bidang aplikasi perkantoran di bulan ini,” kata Alex.

Selain itu, Direktur Metier Academy (ESMOD), Yudi Supriyadi, turut menerangkan sebagai salah satu akademi pada bidang fesyen yang telah berpengalaman, industrinya akan turut mendukung peningkatan SDM Indonesia sesuai dengan rencana tindak lanjut dari penandatangan PKS tersebut.

“Sebelumnya kami mengadakan program Magang Instruktur Kursus dan Pelatihan. Selanjutnya, kami ingin menjangkau pelatihan untuk murid-murid SMK di daerah,” ungkap Yudi.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru