Hadiri Diskusi Publik Pengelolaan Penanganan TB : Bio Farma Tegaskan Komitmen Pemberantasan TB di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Bio Farma menunjukkan komitmen dalam mendukung program penanganan Tuberkulosis (TB) di Indonesia melalui partisipasi aktif dalam Diskusi Publik bertema “Bagaimana Pengelolaan Penanganan TBC yang Ada di Indonesia” inisiasi dari Yayasan Tujuh Delapan (78) Agung. Kegiatan ini diselenggarakan di Jakarta pada Jumat, 08 Agustus 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, Ina Agustina Isturini, Komisaris Bio Farma, dr. Relly Reagen, serta Kepala Divisi Penugasan Pemerintah, Tedi Herawan mewakili Direktur Pemasaran Bio Farma, dr. Kamelia Faisal.

Pada kesempatan tersebut, Komisaris Bio Farma, dr. Relly Reagen menyampaikan bahwa TB merupakan salah satu penyakit yang masih memerlukan atensi atau penanganan khusus di Indonesia.

“Saat ini Indonesia menempati peringkat ke dua dunia, dengan angka kejadian TB lebih dari satu juta kasus dan kematian mencapai 130 ribu lebih. Maka dari itu, perlu perhatian khusus untuk menangani kasus ini. Baru-baru ini, Presiden Prabowo dan Bill Gates telah melakukan kerjasama pengembangan vaksin TBC. Sehingga penting bagi Kementerian Kesehatan dan Bio Farma sebagai BUMN vaksin untuk mempercepat tindak lanjut ini,” ucap dr. Reagen dalam sambutannya.

Baca Juga :  Bawa 5.000 Pemudik, Dasco Lepas 100 Bus Pulang Basamo Gelombang Pertama ke Sumbar

dr. Reagen menekankan pentingnya urgensi untuk membuat relawan TBC di daerah zona merah yang sudah diklasifikasikan sebagai wilayah tertinggi penderita TB. dr. Reagen menyebutkan beberapa kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki angka kejadian TBC tinggi adalah, Jakarta Timur, Surabaya, Bandung, Makassar, Papua, dan terutama di daerah pedesaan dan terpencil.

Diwawancarai pada kesempatan lain, Direktur Pemasaran Bio Farma, dr. Kamelia Faisal menyampaikan pernyataan selaras dengan dr. Reagen, saat ini Bio Farma telah memiliki beberapa inisiatif strategi untuk menanggulangi kasus TB.

“Sejalan dengan Roadmap Indonesia Sehat 2045, tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), dan Rencana Aksi Nasional Eliminasi TBC, Bio Farma telah menerapkan 3 strategi utama dalam penanggulangan TB, yaitu Kerjasama dengan partner global untuk pengembangan diagnostik TB untuk kemandirian tes TB, secara kontinual memproduksi vaksin Bacillus Calmette-Guerrin (BCG) yang digunakan untuk pencegahan TB, dan melakukan pengembangan vaksin TB generasi terbaru.” Papar dr. Kamelia.

Baca Juga : 

Saat ini, Bio Farma telah memproduksi vaksin BCG untuk pencegahan TB pada usia anak-anak dan digunakan pada program imunisasi dasar. Guna meningkatkan angka deteksi TB pada pasien, Bio Farma juga bekerjasama dengan beberapa partner global seperti Becton Dickinson untuk pengembangan kit diagnostik yang dipasarkan dengan merk BD-Max dan Serum Institute of India (SII) untuk pengembangan tes Cy-TB. Saat ini juga Bio Farma mengembangkan vaksin TB generasi terbaru untuk menanggulangi jenis TB yang memiliki resistensi terhadap obat.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru