Inilah Merek-Merek yang Terseret Kasus Dugaan Beras Oplosan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KLOPAKINDONESIA.COM – Kementerian Pertanian membuka tabir praktik curang di balik kemasan beras premium yang beredar luas di pasaran. Dalam pemeriksaan menyeluruh terhadap ratusan merek beras kemasan, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara mutu beras dengan label premium yang tercantum pada kemasan. Hasil temuan ini mengindikasikan adanya praktik pengoplosan beras, di mana beras kualitas medium dikemas dan dipasarkan seolah-olah merupakan beras premium, dengan harga jual yang jauh lebih tinggi.

Temuan tersebut lantas ditindaklanjuti oleh Satgas Pangan Polri bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN), yang melakukan penelusuran terhadap produsen dan distributor beras di sejumlah daerah. Hasilnya, sebanyak 212 merek beras diduga terlibat dalam praktik yang merugikan konsumen ini. Sejumlah perusahaan besar, termasuk produsen dengan merek ternama serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Perusahaan dan Merek yang Terseret

1. Wilmar Group

  • Merek: Sania, Sovia, Fortune, Siip

  • Dipanggil oleh Bareskrim Polri terkait dugaan pengoplosan beras medium dan premium

Baca Juga :  bank bjb Menjalin Kolaborasi dengan KAI Melalui Penamaan Stasiun LRT Jabodebek “Pancoran bank bjb”

2. PT Food Station Tjipinang Jaya (BUMD DKI Jakarta)

  • Merek: Alfamidi Setra Pulen, Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, Setra Ramos.

  • Perusahaan ini telah memenuhi panggilan polisi dan sedang diaudit oleh Pemprov DKI melalui pengujian 50 sampel.

3. PT Belitang Panen Raya (BPR)

  • Merek: Raja Platinum, Raja Ultima (beberapa sumber menambahkan Raja Kita)

  • Juga telah diperiksa dalam dugaan pelanggaran mutu oleh Bareskrim.

4. PT Sentosa Utama Lestari (bagian dari Japfa Group)

  • Merek: Ayana

  • Kendati hanya satu merek, perusahaan ini satu dari empat produsen besar yang dipanggil.

Jumlah Merek Diduga Oplosan

  • Total 212 merek (premium & medium) ditemukan tidak memenuhi standar mutu (berat, komposisi, label, dsb) berpotensi mengandung beras oplosan.

  • Namun, data lengkap baru akan diumumkan secara bertahap oleh Menteri Pertanian.

Baca Juga :  Tumpas Jaringan Mafia BBM, PTDH terhadap Ipda Rudy Soik Harus Ditinjau Ulang

 

Pemerintah menilai, praktik pengoplosan ini bukan hanya menyesatkan konsumen, melainkan juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Diperkirakan, manipulasi mutu dan takaran dalam penjualan beras kemasan bisa menyebabkan kerugian hingga puluhan triliun rupiah per tahun. Kementerian Pertanian menegaskan akan terus mempublikasikan hasil uji mutu secara bertahap, sekaligus mendorong penindakan tegas terhadap pelaku usaha yang terbukti melanggar standar keamanan dan mutu pangan.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat dalam membeli beras kemasan dan tidak hanya terpaku pada label premium. Pemeriksaan visual terhadap beras, mencermati takaran, hingga membandingkan harga secara kritis menjadi langkah awal untuk menghindari produk yang tak sesuai mutu. Pemerintah berjanji akan mengungkap seluruh daftar merek yang terbukti tidak memenuhi standar agar konsumen dapat mengambil keputusan yang bijak.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru