Kemendukbangga/BKKBN Jabar Apresiasi Target Gubernur Tekan Stunting Jadi 4%, Dinilai Realistis

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia.Yogyakarta —Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, menyambut positif target ambisius Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang ingin menurunkan angka stunting hingga 4 persen selama masa jabatannya. Meski terlihat menantang, Dadi menyebut target tersebut cukup masuk akal jika melihat tren penurunan prevalensi stunting yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Target Pak Gubernur tentu kami apresiasi. Yang penting kita siapkan peta jalannya—kapan dicapai, seperti apa intervensinya, baik yang spesifik maupun sensitif,” ujar Dadi dalam forum Evaluasi dan Kesepahaman Kinerja Program Akselerasi Quick Wins Kemendukbangga Jabar di Yogyakarta, Kamis (12/6/2025).

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Barat tercatat 15,9 persen—turun 5,8 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 21,7 persen menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Bila ditarik ke belakang, angka ini bahkan telah menurun 8,6 persen sejak 2021 yang tercatat 24,5 persen.

Baca Juga :  Kemendukbangga Jabar dan PLN Gelar Kegiatan Pengasuhan Anak Positif di Sukabumi

“Artinya, jika target ke angka 4 persen artinya harus menurunkan sekitar 11,9 persen dalam lima tahun. Kalau melihat tren ini, itu rasional dan sangat mungkin,” tegasnya.

Dadi mencontohkan Provinsi Bali yang sudah berhasil menekan angka stunting menjadi 6 persen. Bahkan di Jabar sendiri, sejumlah kabupaten/kota telah menunjukkan progres luar biasa dengan prevalensi di bawah 10 persen.

Namun, tidak semua wilayah menunjukkan penurunan. Dadi mengungkapkan ada enam daerah di Jabar yang justru mengalami kenaikan, dua di antaranya cukup signifikan: Kota Bandung naik 6,5 persen (dari 16,3 persen menjadi 22,8 persen) dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) naik 5,7 persen (dari 25,1 persen menjadi 30,8 persen).

Baca Juga :  SUBANG NGAHIJI MENUJU ZERO NEW STUNTING

“Ini jadi catatan penting. Bandung dan KBB perlu perhatian lebih dalam waktu dekat,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah kabupaten menunjukkan capaian luar biasa. Kabupaten Garut berhasil menurunkan stunting hampir 10 persen—dari 24,1 persen menjadi 14,2 persen. Sementara Purwakarta menorehkan penurunan drastis dari 24 persen menjadi 14,5 persen.

Dengan tren dan bukti lapangan tersebut, Dadi menyatakan keyakinannya bahwa target 4 persen bukan hal mustahil. “Kuncinya ada di sinergi lintas sektor dan konsistensi intervensi,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenhut Dorong PBPH Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel
Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla, PT MPK Dibekukan
Mentan Amran Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan dan Lindungi Rakyat
Indonesia dan RRT Siapkan Kelompok Kerja untuk Kerja Sama AI dan Teknologi
Kemendikdasmen Buka Pelatihan Mandiri bagi Guru SD untuk Mengajar Bahasa Inggris
Wujud Nyata Kepedulian Sosial, Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program “Mengetuk Pintu Langit
Moka Jabar 2026 Didorong Jadi Komunikator Strategis Pariwisata di Era Digital
HUT ke-81 Jabar, Pemprov Fokus Perkuat Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Kemenhut Dorong PBPH Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla, PT MPK Dibekukan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Mentan Amran Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan dan Lindungi Rakyat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Indonesia dan RRT Siapkan Kelompok Kerja untuk Kerja Sama AI dan Teknologi

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Wujud Nyata Kepedulian Sosial, Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program “Mengetuk Pintu Langit

Berita Terbaru