Menakar Keterbukaan Informasi Publik dilingkungan Pemkot Bandung Bareng Ketua PKS, Ijang Sampaikan Kota Bandung Perlu “Diruat”

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Juni 2024 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Ketua Komisi Informasi Jawa Barat Ijang Faisal secara tegas menyatakan bahwa pemerintahan kota bandung harus “Diruat” diruat dengan semangat keterbukaan informasi publik, demikian disampaikan Ijang pada acara talkshow keterbukaan informasi publik bersama Ustadz Ahmad Rahmat Purnama, Ketua Umum DPD PKS Kota Bandung, di Studio PRFM, Bandung, Rabu, 26/6/2024.

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik telah memberikan arahan yang jelas bahwa keterbukaan informasi publik adalah kewajiban badan publik yang harus dilakukan secara konsekeuen, ”Keterbukaan informasi harus menjadi ruh utama pelayanan publik bagi badan publik” tegas Ijang.

Sementara itu Ketua Umum DPD PKS Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama menyampaikan, bahwa PKS sebagai kekuatan partai politik di kota bandung senantiasa mendorong agar pemerintah kota bandung dapat terbuka dan senantiasa memberikan informasi publik kepada publik kota, “Banyak program pemerintah kota bandung yang belum tersampaikan sejatinya menjadi perhatian utama pemkot bandung untuk disampaikan kepada warga kota” tegas Ahmad.

Baca Juga :  MSG (Monosodium Glutamate): Sejarah, Penyebaran, dan Fakta yang Perlu Diketahui

“PKS melalui anggotanya yang menjadi anggota DPRD kota bandung selalu memberikan dorongan agar keterbukaan informasi publik ini menjadi hal yang utama untuk dilaksanakan” tambah Ahmad.

Talkshow yang dipandu Mas Toto host Radio PRFM 107.5 News Chanel tersebut semakin menarik ketika membahas terkait keterbukaan informasi publik di kota bandung, antara lain soal PPDB, DPA dan program kesehatan yang luput dari pantauan masyarakat luas, Ijang bahkan baru mengetahui ada program pendampingan kesehatan yang menggunakan anggaran sangat besar, “saya sebagai ketua komisi informasi jabar juga baru mendengar, apalagi masayarakat biasa?” cetus Ijang.

Baca Juga :  Dosen UIM Makassar yang Ludahi Kasir Resmi Dipecat, Ini Kronologinya

Pilkada Harus Mengahasilkan Pemimpin Yang Melek Keterbukaan Informasi Publik

Dalam menghadapi hajatan pilkada di tahun politik 2024, PKS telah mempersiapkan kader yang mumpuni dan faham terkait isu keterbukaan informasi publik “PKS sebagai partai kader tentunya sudah mensiapkan kader yang mempunyai integritas untuk menjadi calon pemimpin kota bandung kedepan”, tegas Ahmad.

Sementara itu Ijang Faisal menghimbau agar partai politik dapat mendorong tokoh yang faham keterbukaan informasi publik dalam menghadapi suksesi kepemimpinan kota bandung kedepan, “pimpinan yang faham dan mau melakasnakan keterbukaan informasi publik, insya alloh bisa menyelamatkan kota bandung dan menjadikan kota bandung yang merenah dan dipercaya publik” pungkas Ijang

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Hari Kartini, Selensia Gelar Kartini Circle di Bandung untuk Dukung Kesehatan Mental Perempuan
Pendaftaran PPG 2026 Dibuka hingga 30 April, Guru Belum Bersertifikat Wajib Daftar
Angka Kematian Ibu di Jabar Masih Tinggi, DP3AKB Genjot Program KB Pascapersalinan
Hari Pertama TKA SD 2026 Diikuti 1,6 Juta Siswa, Kemendikdasmen Fokus pada Pemanfaatan Hasil
Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Evaluasi “Kebutin, Bang!” April 2026 Perkuat Sinergi Program Bangga Kencana Jawa Barat

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:36 WIB

Rayakan Hari Kartini, Selensia Gelar Kartini Circle di Bandung untuk Dukung Kesehatan Mental Perempuan

Rabu, 22 April 2026 - 15:21 WIB

Pendaftaran PPG 2026 Dibuka hingga 30 April, Guru Belum Bersertifikat Wajib Daftar

Rabu, 22 April 2026 - 15:13 WIB

Angka Kematian Ibu di Jabar Masih Tinggi, DP3AKB Genjot Program KB Pascapersalinan

Rabu, 22 April 2026 - 09:32 WIB

Hari Pertama TKA SD 2026 Diikuti 1,6 Juta Siswa, Kemendikdasmen Fokus pada Pemanfaatan Hasil

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Berita Terbaru