Indonesia dan NTU Singapura Tingkatkan Kerja Sama melalui Program Beasiswa Master Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 Juni 2024 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Nanyang Technological University Singapura (NTU Singapura) bekerja sama menyiapkan program beasiswa baru untuk mahasiswa Indonesia yang akan mengambil program master di NTU.

Beasiswa Indonesia – NTU Singapore Talent Programme (INSTEP) akan mendanai mahasiswa Indonesia yang akan mengambil gelar master di NTU baik untuk program Master by Coursework maupun Master by Research.

Program beasiswa yang akan didanai oleh pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek dan LPDP serta NTU ini dijadwalkan mulai pada Agustus 2024.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Abdul Haris; Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto; dan Presiden atau Rektor NTU, Profesor Ho Teck Hua, menandai peluncuran program beasiswa INSTEP dalam sebuah acara yang diadakan di NTU pada Kamis (6/6).

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, Nadiem Anwar Makarim beserta Menteri Pendidikan Singapura, Chan Chun Sing.

Abdul Haris menyampaikan bahwa beasiswa INSTEP merupakan tonggak penting dalam upaya Kemendikbudristek untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan mendorong kolaborasi internasional. “Dengan membuka jalan bagi mahasiwa kita untuk melanjutkan pendidikan melalui program master, kita berinvestasi pada masa depan mereka sekaligus juga masa depan Indonesia. Program ini akan menjembatani keberagaman budaya, mendorong inovasi, dan semakin memperkuat upaya transfer pengetahuan serta kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Singapura,” terangnya.

Baca Juga :  Dukung Kementan, Polri Siapkan Pilot Project Peningkatan Produksi Jagung Nasional

Senada dengan itu, Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, mengatakan bahwa beasiswa INSTEP berperan penting dalam mendorong kolaborasi akademik antara Indonesia dan Singapura. Dengan mendukung inisiatif ini, LPDP bermaksud untuk memberdayakan para akademisi Indonesia untuk menjadi katalis perubahan positif serta mendorong inovasi dan kemajuan di bidang masing-masing setelah kembali ke Indonesia. “Saya berharap program ini akan terus berkembang dan mendorong kolaborasi yang lebih besar antara negara kita, dengan berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia di Indonesia,” ucap Andin.

Beasiswa INSTEP, menurut Presiden NTU, Ho Teck Hua, dibuat untuk menarik mahasiswa terbaik dari Indonesia untuk mengenyam pendidikan di NTU Singapura. “Kami yakin bahwa program ini akan menghasilkan lulusan-lulusan yang beragam dan kaya budaya yang mampu bekerja di bidang yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Mereka akan menjadi duta masa depan untuk hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan Singapura,” terang Ho Tech Hua.

NTU saat ini memiliki sekitar 4.700 alumni Indonesia. Beasiswa INSTEP bertujuan untuk mendanai hingga 200 mahasiswa setiap tahun yang akan meningkatkan jumlah total alumni Indonesia menjadi 300 mahasiswa per tahun, sehingga menghasilkan lulusan-lulusan yang memahami budaya, tata kelola, dan peluang bisnis di Singapura dan Indonesia.

Baca Juga :  Hanya Ubah 4 Pasal, Herman Khaeron Minta Pembahasan RUU DKJ Tak Alihkan Program Prioritas

INSTEP adalah program terbaru dalam serangkaian perjanjian kerja sama antara Indonesia dengan NTU dalam memperkuat hubungan dan kerjasama di bidang pendidikan, riset, dan industri.

Pada bulan April, NTU dan LPDP memperdalam kerja sama mereka dengan dua beasiswa pascasarjana baru untuk mendorong kolaborasi lebih besar antara Singapura dan Indonesia di bidang pendidikan tinggi. Beasiswa Pascasarjana LPDP-NTU mendanai mahasiswa PhD Indonesia yang memenuhi syarat, sementara LPDP-NTU Fellows MBA mendukung mahasiswa Indonesia yang memenuhi syarat untuk program Nanyang Fellows MBA (Master of Business Administration) di Nanyang Business School.

Beasiswa INSTEP juga bertujuan untuk semakin melengkapi Indonesia–NTU Singapore Institute of Research for Sustainability and Innovation (INSPIRASI), yaitu sebuah program penelitian kolaboratif yang diluncurkan tahun lalu antara Kemendikbudristek, LPDP, dan NTU yang berfokus pada perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Kerja sama ini akan berlangsung selama lima (5) tahun untuk fase pertamanya.

Di hari yang sama, Kantor INSPIRASI di NTU juga secara resmi dibuka oleh kedua Menteri Pendidikan setelah upacara penandatanganan INSTEP.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Senin, 20 April 2026 - 17:47 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Berita Terbaru