Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KLOPAKINDONESIA.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses pengembangan kompetensi guru melalui Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA).

Program ini ditujukan untuk membantu guru meningkatkan kompetensi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, relevan, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Perluasan akses pelatihan tersebut disosialisasikan melalui webinar yang diikuti guru SMA, SMK, dan SLB, kepala sekolah, pengawas, penanggung jawab PMKKA pada BBGTK, BGTK, dan KGTK, serta pengelola program pada dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, Jakarta, 18 September 2026.

Guru Didorong Menghadirkan Pembelajaran Bermakna

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, saat membuka webinar menegaskan bahwa PMKKA merupakan bagian dari upaya memperkuat kompetensi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Melalui PMKKA, kami ingin mendorong guru tidak hanya menguasai materi, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi praktik pembelajaran yang nyata dan bermakna di kelas,” kata Nunuk.

Ia berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal bagi guru untuk mengakses, memahami, dan menerapkan PMKKA di sekolah masing-masing.

Pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh juga diharapkan dapat dibagikan melalui forum guru pendidikan khusus, kelompok kerja, serta komunitas belajar lainnya agar manfaat program menjangkau lebih banyak guru dan satuan pendidikan.

Pelatihan Mandiri Perluas Kesempatan Belajar

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, menjelaskan bahwa Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran merupakan upaya memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi guru, termasuk mereka yang belum terjangkau pelatihan tatap muka.

“Program sebaik apa pun perlu dipahami oleh mereka yang akan menjalankannya. Karena itu, sosialisasi ini penting agar peserta memahami tujuan, alur, mekanisme, hingga dukungan yang tersedia selama pelatihan,” ujar Arif.

Baca Juga :  Dekranasda Jabar Raup Rp450 Juta di Inacraft 2026, Produk Fashion dan Kriya Laris Manis

Menurutnya, pengembangan kompetensi guru tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi perlu dilanjutkan melalui perubahan praktik pembelajaran di kelas.

Arif berharap dukungan dinas pendidikan, satuan pendidikan, unit pelaksana teknis (UPT), serta komunitas guru dapat mendorong peserta mengikuti pelatihan hingga tuntas dan menerapkan hasil pembelajarannya.

Pembelajaran Mendalam Berfokus pada Pemahaman Murid

Penguatan substansi PMKKA disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bidang STEM dan Kompetensi Guru, Maila Dania Husni Rahiem, dengan mengusung pesan “Murid Lebih Paham, Guru Berdaya.”

Maila menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam bukan sekadar perubahan metode mengajar, melainkan upaya menghadirkan pengalaman belajar yang membantu murid memahami materi, menghubungkannya dengan kehidupan nyata, serta menggunakan pengetahuan untuk berpikir dan menyelesaikan masalah.

Pembelajaran Mendalam memiliki tiga karakteristik utama, yaitu:

  1. Berkesadaran.
  2. Bermakna.
  3. Menggembirakan.

Melalui pendekatan tersebut, murid diharapkan tidak hanya mengingat informasi, tetapi juga memahami makna pembelajaran dan mampu menerapkannya dalam kehidupan.

Guru memiliki peran penting dalam merancang pembelajaran sesuai kebutuhan murid. Kompetensi yang terus dikembangkan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri guru dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, termasuk memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Kita ingin murid lebih paham dan guru semakin berdaya. Berbagai pendekatan dan teknologi yang digunakan dalam pembelajaran pada akhirnya harus memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi murid,” jelas Maila.

Koding dan AI Dorong Kemampuan Berpikir Kritis

Maila juga menjelaskan peran Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) dalam mendukung proses pembelajaran.

Menurutnya, Koding dapat membantu mengembangkan cara berpikir komputasional, logis, sistematis, dan kreatif. Sementara itu, kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pembelajaran dengan tetap memperhatikan kemampuan berpikir kritis, etika, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.

“Semakin mudah teknologi digunakan, semakin penting kemampuan berpikir kritis. Guru tetap memiliki peran penting untuk mendampingi murid agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” lanjut Maila.

Baca Juga :  Hindari Polemik Sabotase, Gus Abduh Minta Kepolisian Usut Tuntas Kebakaran di Kementerian ATR

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran diharapkan tetap berorientasi pada peningkatan kualitas pengalaman belajar murid.

Alur Pelatihan PMKKA melalui Rumah Pendidikan

Setelah penguatan substansi, Yoki Ariyana dari BBGTK Jawa Barat menjelaskan alur teknis Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran PMKKA.

Pelatihan Mandiri memberikan kesempatan kepada seluruh guru untuk belajar secara fleksibel melalui Rumah Pendidikan.

Tahapan pelatihan meliputi:

  • Mempelajari berbagai topik dan modul.
  • Mengikuti latihan pemahaman.
  • Menuliskan cerita refleksi setelah belajar.
  • Mengikuti post-test untuk mengukur pemahaman.
  • Mempelajari kembali materi yang masih perlu diperkuat berdasarkan informasi dan rekomendasi yang tersedia.

Sementara itu, Diklat Bauran ditujukan bagi pengajar Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial tahun 2025, termasuk peserta yang telah menyelesaikan Pelatihan Mandiri.

Proses pembelajaran dalam Diklat Bauran memadukan pembelajaran mandiri dan kolaboratif antarpeserta. Capaian pembelajaran diarahkan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan pada tingkat lanjut hingga mahir.

Yoki menjelaskan bahwa peserta perlu mengikuti tahapan mulai dari mengakses program, mempelajari materi, mengikuti aktivitas pembelajaran, menyelesaikan tugas atau asesmen, hingga memastikan seluruh rangkaian pelatihan terpenuhi.

“Peserta perlu mengikuti setiap tahapan yang sudah disiapkan agar proses belajar tidak berhenti pada membaca materi, tetapi benar-benar memberikan pengalaman belajar yang utuh,” ujar Yoki.

Guru Terus Belajar, Murid Siap Hadapi Masa Depan

Melalui perluasan akses pelatihan PMKKA, Kemendikdasmen berharap semakin banyak guru SMA, SMK, dan SLB memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensi.

Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar sehingga murid mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik, bermakna, dan sesuai dengan tantangan masa depan.

Pengembangan kompetensi guru juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan artifisial secara bijak dan bertanggung jawab.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GENTING Sasar 27.051 Keluarga Berisiko Stunting di Indramayu
Pegadaian Kanwil X Jabar Raih Sertifikasi ISO 22301:2019
Bio Farma Kembangkan Vaksin HPV, Rotavirus, hingga Malaria
Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid di Sumedang
KPK OTT Pejabat ATR/BPN, Delapan Orang Jadi Tersangka Kasus HGB Bogor
Suahasil Nazara Tegaskan APBN Harus Sehat dan Kredibel, Defisit di Bawah 3 Persen
Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara
Hari Santri 2026 Genap 10 Tahun, Kemenag Siapkan Beragam Kegiatan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:31 WIB

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI

Jumat, 18 September 2026 - 18:24 WIB

GENTING Sasar 27.051 Keluarga Berisiko Stunting di Indramayu

Jumat, 18 September 2026 - 14:42 WIB

Pegadaian Kanwil X Jabar Raih Sertifikasi ISO 22301:2019

Kamis, 17 September 2026 - 17:39 WIB

Bio Farma Kembangkan Vaksin HPV, Rotavirus, hingga Malaria

Rabu, 16 September 2026 - 08:37 WIB

KPK OTT Pejabat ATR/BPN, Delapan Orang Jadi Tersangka Kasus HGB Bogor

Berita Terbaru