Revitalisasi Sekolah Gerakkan Ekonomi Lokal, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR – Program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tidak hanya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Perubahan tersebut terlihat di SD Negeri Leuwibatu 02 dan SD Negeri Leuwibatu 03 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jika sebelumnya para siswa harus belajar di ruang kelas yang mengalami kerusakan, seperti atap bocor dan dinding retak, kini mereka menikmati fasilitas pendidikan yang jauh lebih layak setelah proses revitalisasi selesai dilakukan.

Gedung sekolah yang baru dilengkapi ruang kelas nyaman, fasilitas sanitasi yang memadai, halaman sekolah yang luas, serta perabot belajar baru. Kondisi ini membawa semangat baru bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Kepala SDN Leuwibatu 02, Sudrajat, mengatakan keberhasilan revitalisasi sekolah tidak lepas dari keterlibatan masyarakat setempat sejak awal proses pembangunan.

“Dari mulai pembangunan pun kita harus melibatkan masyarakat. Komite kita berdayakan, masyarakat kita berdayakan. Alhamdulillah masyarakat membantu kami,” ujarnya saat mendampingi kunjungan di SDN Leuwibatu 02, Kabupaten Bogor, Rabu (10/6).

Baca Juga :  Pramono-Rano Menang 1 Putaran Pilkada Jakarta di 5 Lembaga Survei Hasil Hitung Cepat

Program revitalisasi yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto tersebut mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1 miliar untuk pembangunan enam ruang kelas baru, satu toilet, serta rehabilitasi tiga ruang kelas di SDN Leuwibatu 02. Sementara SDN Leuwibatu 03 memperoleh anggaran Rp1,5 miliar untuk pembangunan tiga ruang kelas baru, satu ruang administrasi, dan rehabilitasi empat ruang kelas. Kedua sekolah tersebut kini telah digabung menjadi SDN Leuwibatu 02.

Guru Kelas 2 SDN Leuwibatu 02, Nurul Komariyah, mengaku suasana belajar menjadi lebih menyenangkan setelah revitalisasi selesai dilakukan.

“Anak-anak senang sekali. Jadi lebih semangat. Mengajar juga setiap pagi jadi semangat bertemu anak-anak. Dulu sebelum proyek selesai, mereka selalu bertanya kapan bisa pindah ke gedung baru. Sekarang alhamdulillah sudah bisa belajar di sini,” tuturnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah memiliki manfaat ganda. Selain meningkatkan kualitas sarana pendidikan, program tersebut juga membuka peluang kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

“Revitalisasi sekolah tidak hanya membangun sarana pendidikan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Sistem pelaksanaannya dilakukan secara swakelola dengan mengutamakan tenaga kerja lokal serta pembelian material dari toko-toko setempat,” kata Abdul Mu’ti.

Baca Juga :  4 Desa Wisata Berkelas Internasional Di Indonesia

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi sebanyak 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dengan asumsi setiap proyek melibatkan sedikitnya 10 tenaga kerja lokal, program ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 710 ribu pekerja.

“Kalau kita bisa membangun 71.744 satuan pendidikan tahun ini, insya Allah bisa terserap lapangan kerja untuk sekitar 710 ribu pekerja, bahkan bisa lebih,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyebut revitalisasi sekolah sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Ini merupakan satu bukti kepedulian dari pemerintah, dari Bapak Presiden untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Semua anak di seluruh pelosok, termasuk di daerah pinggiran, harus punya akses pendidikan yang baik,” tegasnya.

Melalui program ini, pemerintah berharap revitalisasi sekolah tidak hanya menjadi investasi bagi dunia pendidikan, tetapi juga mampu memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Per 10 Juni 2026, Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik Harga
Menkes Dukung Empat Langkah Baru BGN, MBG Kini Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui dan Balita
Kemendikdasmen dan KemenPPPA Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak Indonesia
Diduga Cemarkan Nama Organisasi di Zoom, Tani Merdeka Jabar Layangkan Somasi ke Kadis Pertanian Indramayu
Wamendikdasmen: Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuh Inovasi dan Kemandirian Siswa
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG 2026
Purbaya Tegaskan Transaksi di Pelabuhan Wajib Pakai Rupiah: “Kalau Ada yang Paksa Dolar, Saya Hajar”
Menteri Maman Tegaskan Tarif PPh Final UMKM Tetap 0,5 Persen, Tidak Ada Kenaikan Pajak

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:37 WIB

Revitalisasi Sekolah Gerakkan Ekonomi Lokal, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:21 WIB

Per 10 Juni 2026, Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik Harga

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:12 WIB

Menkes Dukung Empat Langkah Baru BGN, MBG Kini Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui dan Balita

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:06 WIB

Kemendikdasmen dan KemenPPPA Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:33 WIB

Diduga Cemarkan Nama Organisasi di Zoom, Tani Merdeka Jabar Layangkan Somasi ke Kadis Pertanian Indramayu

Berita Terbaru