BKKBN Jabar Genjot Program Prioritas 2026, Fokus Tingkatkan Kualitas Keluarga

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Barat, Adang Syamsul Hadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga melalui sejumlah program prioritas nasional pada 2026.

Hal tersebut disampaikan Adang dalam Forum Komunikasi Media dan Lintas Sektor Program Bangga Kencana yang digelar bertepatan dengan momentum pasca Idulfitri 1447 Hijriah di Bandung, Rabu (1/4/2026).

“Program tahun ini lebih menitikberatkan pada pembangunan kualitas keluarga, dengan sejumlah kegiatan prioritas nasional,” ujar Adang.

Ia menjelaskan, program pertama adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang berfokus pada pemberian bantuan gizi, perbaikan rumah layak huni, serta penyediaan akses air bersih bagi keluarga berisiko stunting. Program ini menitikberatkan pada upaya pencegahan dan edukasi dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Baca Juga :  Bio Farma dan Roche Indonesia Jalin Kerja Sama Strategis Kembangkan Alat Kesehatan Produksi Lokal untuk Memperluas Deteksi Kanker Serviks

Program kedua, Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), diarahkan pada penguatan layanan pengasuhan anak melalui kolaborasi dengan tempat penitipan anak (TPA) agar menjadi daycare berstandar tinggi. Program ini ditujukan untuk membantu orang tua, khususnya ibu bekerja, agar dapat menjalankan aktivitas dengan tenang tanpa mengabaikan tumbuh kembang anak.

Selanjutnya, BKKBN juga menginisiasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan anak. Program ini hadir sebagai respons terhadap fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah secara emosional dalam keluarga.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada kelompok lanjut usia melalui program Lansia Berdaya (SIDAYA) yang bertujuan menjaga lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Di sisi lain, BKKBN turut mengembangkan Super Apps Keluarga Indonesia “Siap Bahagia” guna memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi terkait peningkatan kualitas keluarga.

Baca Juga :  Bupati Bandung Barat Meninjau Langsung Proyek Perbaikan Jalan Haji Gofur

Adang menambahkan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari strategi pemanfaatan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Upaya ini diperkuat melalui transformasi kelembagaan serta penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan.

“Keluarga menjadi hulu dan hilir dalam pembangunan. Artinya, seluruh proses pembangunan kualitas manusia harus dimulai dari keluarga,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kesertaan keluarga berencana (KB) sebagai fondasi dalam membangun keluarga yang berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Adang mengajak insan media untuk berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi program kepada masyarakat.

“Media memiliki peran penting dalam membentuk citra dan menyampaikan program kepada publik sebagai bagian dari unsur pentahelix,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, media, dan berbagai pemangku kepentingan, BKKBN Jawa Barat berharap program pembangunan keluarga dapat semakin kuat dan berdampak luas di masyarakat.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Kutuk Serangan UNIFIL di Lebanon, 3 Prajurit TNI Gugur, Desak Investigasi PBB
Forum Bangga Kencana Jabar 2026 Perkuat Sinergi Media dan Lintas Sektor
Koalisi Kependudukan Jabar Soroti Ketimpangan Anggaran MBG Rp300 Triliun untuk Pembangunan SDM
Pegadaian Jawa Barat Salurkan Bantuan ke 10 Panti Sosial, Wujudkan Kepedulian Lewat Program Peduli-Dhuafa 2026
PP TUNAS Resmi Berlaku, Platform Digital Wajib Batasi Akses Anak
Pemerintah Siapkan Kebijakan Baru: WFH hingga B50, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
BGN Atur Distribusi MBG: Makanan Fresh untuk Siswa 5 Hari, Wilayah 3T Gunakan Pangan Kering
1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend Mulai 1 April 2026, BGN Tegaskan Wajib SLHS dan IPAL

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:49 WIB

Indonesia Kutuk Serangan UNIFIL di Lebanon, 3 Prajurit TNI Gugur, Desak Investigasi PBB

Rabu, 1 April 2026 - 19:03 WIB

Forum Bangga Kencana Jabar 2026 Perkuat Sinergi Media dan Lintas Sektor

Rabu, 1 April 2026 - 18:55 WIB

BKKBN Jabar Genjot Program Prioritas 2026, Fokus Tingkatkan Kualitas Keluarga

Rabu, 1 April 2026 - 18:45 WIB

Koalisi Kependudukan Jabar Soroti Ketimpangan Anggaran MBG Rp300 Triliun untuk Pembangunan SDM

Rabu, 1 April 2026 - 15:20 WIB

Pegadaian Jawa Barat Salurkan Bantuan ke 10 Panti Sosial, Wujudkan Kepedulian Lewat Program Peduli-Dhuafa 2026

Berita Terbaru