Kemendikdasmen Dukung SKB 7 Menteri Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI di Dunia Pendidikan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menyatakan dukungannya terhadap penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri tentang pedoman pemanfaatan dan pembelajaran teknologi digital serta kecerdasan artifisial (AI) pada jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal.

Penandatanganan SKB tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah menteri terkait, di antaranya Pratikno, Brian Yuliarto, Tito Karnavian, Nasaruddin Umar, Meutya Hafid, Arifatul Choiri Fauzi, serta Wihaji.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah konkret untuk mempersiapkan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Mulai tahun pelajaran 2025–2026, coding dan Artificial Intelligence (AI) telah menjadi mata pelajaran pilihan mulai dari jenjang SD kelas 5, SMP hingga SMA,” ujar Mu’ti.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas guru juga terus dilakukan agar implementasi pembelajaran berbasis teknologi digital dapat berjalan optimal di satuan pendidikan.

Baca Juga :  Agustus Jabar Inflasi 0,07 Persen (m to m), Surplus Neraca Perdagangan Luar Negeri Sebesar 2,11 Miliar USD

Menurutnya, hingga saat ini Kemendikdasmen telah melatih sekitar 55 ribu guru di seluruh Indonesia yang mencakup berbagai jenjang pendidikan. Program tersebut juga telah melibatkan sekitar 38 persen satuan pendidikan di Indonesia.

“Pelatihan guru terus berlangsung. Ketika jumlah guru sudah memenuhi kebutuhan, tidak menutup kemungkinan coding dan AI akan ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib,” jelasnya.

Mu’ti juga menjelaskan bahwa pembelajaran coding di sekolah dikembangkan melalui beberapa pendekatan agar dapat diimplementasikan secara inklusif sesuai kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Pendekatan tersebut meliputi coding tanpa perangkat digital (unplugged), coding berbasis internet, serta pembelajaran coding berbasis permainan yang tidak selalu memerlukan komputer.

Kebijakan ini, lanjutnya, sejalan dengan program digitalisasi pendidikan yang tengah didorong pemerintah.

“Sejalan dengan kebijakan Presiden terkait digitalisasi pembelajaran, kami telah mendistribusikan lebih dari 288 ribu Interactive Flat Panel (IFP). Peralatan tersebut dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran coding dan AI di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa SKB tujuh menteri ini merupakan langkah bersama pemerintah untuk memastikan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial berjalan secara bijak sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Baca Juga :  Kuatkan Tradisi Hari Keluarga, Menteri Wihaji beri apresiasi langsung ibu yang melahirkan di Hari Keluarga, 29 Juni di Lembang, Jawa Barat.

Menurut Pratikno, teknologi digital memiliki potensi besar dalam mendukung proses pembelajaran. Namun, penggunaannya tetap perlu diatur secara tepat agar berbagai risiko dapat diminimalkan.

“Tujuan kita adalah memastikan anak-anak tidak dikuasai oleh teknologi, tetapi mampu menguasai teknologi untuk kebaikan,” kata Pratikno.

Ia menambahkan bahwa pedoman dalam SKB tersebut berlaku untuk seluruh jalur pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi, termasuk pendidikan nonformal dan informal.

Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial juga perlu disesuaikan dengan kesiapan usia peserta didik, baik dari sisi durasi penggunaan maupun jenis konten yang diakses.

Melalui SKB tujuh menteri ini, pemerintah berharap pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dapat memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus membentuk generasi yang cakap digital, beretika, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Berangkatkan Lebih dari 500 Peserta Program Mudik Aman Sampai Tujuan Bersama Bio Farma 2026
Kemendikdasmen Perbarui Rapor Pendidikan 2025, Tambah 3 Indikator Mutu Baru
Prancis Apresiasi Kemajuan Ketahanan Pangan Indonesia, Siap Perkuat Kerja Sama Pertanian
Spesifikasi Rudal BrahMos: Senjata Supersonik India yang Akan Dibeli Indonesia untuk Perkuat Pertahanan
KIP Perintahkan UGM Buka 20 Dokumen Akademik Jokowi Usai Sengketa Informasi Gugatan Bambang Tri Mulyono
Sinergi Pegadaian dan Masjid Salman ITB Perkuat Literasi Ekonomi Syariah untuk Generasi Emas 2045
Satu Tahun Ekosistem Bullion Indonesia, Pegadaian Perkuat Peran sebagai Motor Penggerak Ekonomi Nasional
Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Eks Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Kasus Korupsi Proyek Jalur Kereta DJKA

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:53 WIB

Bio Farma Berangkatkan Lebih dari 500 Peserta Program Mudik Aman Sampai Tujuan Bersama Bio Farma 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:00 WIB

Kemendikdasmen Dukung SKB 7 Menteri Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI di Dunia Pendidikan

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:58 WIB

Kemendikdasmen Perbarui Rapor Pendidikan 2025, Tambah 3 Indikator Mutu Baru

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:57 WIB

Prancis Apresiasi Kemajuan Ketahanan Pangan Indonesia, Siap Perkuat Kerja Sama Pertanian

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:15 WIB

Spesifikasi Rudal BrahMos: Senjata Supersonik India yang Akan Dibeli Indonesia untuk Perkuat Pertahanan

Berita Terbaru