BANDUNG — Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Bandung dalam kondisi aman hingga masa arus balik Lebaran 2026. Masyarakat pun diminta tidak melakukan pembelian berlebihan.
Branch Manager Bandung Fuel Pertamina, Zico Aldillah S, mengatakan isu kelangkaan BBM yang sempat muncul di beberapa daerah tidak terjadi di Kota Bandung.
Menurutnya, kondisi di sejumlah wilayah lain dipicu oleh pembelian berlebihan masyarakat setelah beredar kabar mengenai potensi kekurangan bahan bakar.
“Di Kota Bandung hingga saat ini tidak ditemukan gejala pembelian berlebihan di SPBU,” kata Zico, Minggu (9/3/2026).
Ia menegaskan distribusi BBM di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bandung masih berjalan normal.
Zico mengimbau masyarakat membeli bahan bakar sesuai kebutuhan harian agar distribusi tetap lancar dan pasokan dapat terjaga bagi semua pengguna.
Ia juga meluruskan informasi yang beredar mengenai stok BBM yang kerap disebut hanya cukup untuk 20 hari.
Menurutnya, angka tersebut bukan menunjukkan keterbatasan pasokan, melainkan kapasitas cadangan yang selalu dijaga setiap hari melalui pengisian berkelanjutan.
“Pengelolaan pasokan BBM di Pertamina seperti sistem pengisian bak air yang terus ditambah sebelum kosong,” jelasnya.
Dengan sistem distribusi berkelanjutan tersebut, pasokan bahan bakar akan tetap tersedia bagi masyarakat.
Pertamina juga telah menambah cadangan BBM hingga tingkat SPBU untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi menjelang Ramadan dan Lebaran.
Karena itu, Zico kembali mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM secara wajar agar ketersediaan pasokan tetap stabil.


























