Menteri Wihaji Pastikan Distribusi MBG 3B di Kabupaten Cianjur Berjalan Optimal, Stunting Turun ke 7,3 Persen

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, memastikan distribusi program Makanan Bergizi Gratis 3B (MBG 3B) di Kabupaten Cianjur berjalan optimal. Hal tersebut disampaikan saat ia menemui ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam kunjungan kerja, Selasa (4/3/2026).

Program MBG 3B menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan stunting dan penguatan pembangunan keluarga.

Dalam arahannya, Wihaji menegaskan pentingnya peran seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendistribusikan bantuan secara merata. Ia mengungkapkan, saat ini baru sekitar 72 persen SPPG di Cianjur yang telah menyalurkan MBG 3B.

“Artinya masih ada lebih dari 20 persen SPPG yang belum mendistribusikan MBG 3B. Ini harus segera dicek agar pelaksanaannya bisa menyeluruh,” ujarnya.

Ia meminta jajaran terkait untuk memastikan tidak ada kendala dalam proses distribusi sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Dari Vietnam, Mentan Amran Tekankan Pentingnya Optimasi dan Mekanisasi

Menurutnya, MBG 3B tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

“Kalau ingin memperbaiki negara, maka perbaiki dulu keluarganya. Pembangunan harus dimulai dari keluarga,” tegasnya.

Wihaji juga menekankan pentingnya peran Tim Pendamping Keluarga, terutama para ibu, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan keluarga dan pencegahan stunting.

“Masyarakat lebih mudah menerima contoh nyata. Karena itu, para ibu di TPK harus menjadi teladan dalam pola hidup sehat dan pencegahan stunting,” katanya.

Selain menghadiri temu TPK di Aula Lautan Berlian, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Wihaji juga meninjau langsung SPPG Cipanas Sindangjaya 5 untuk melihat proses pengelolaan MBG 3B. Ia turut mengunjungi keluarga berisiko stunting (KRS) dan menyerahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) serta bantuan nutrisi melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Baca Juga :  Pelestarian Bahasa Sunda Dimantapkan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Dalam kunjungan tersebut, Wihaji didampingi Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat Dadi Ahmad Roswandi dan jajaran terkait. Turut hadir Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian bersama unsur Forkopimda setempat.

Pemerintah Kabupaten Cianjur melaporkan total anggaran Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dari pemerintah pusat mencapai Rp16,13 miliar. Sebanyak Rp12,59 miliar di antaranya dialokasikan untuk operasional 5.724 Tim Pendamping Keluarga.

Pemkab Cianjur juga mencatat penurunan signifikan angka stunting. Pada 2021, prevalensi stunting tercatat 33,7 persen dan turun menjadi 7,3 persen pada 2025. Capaian ini menjadikan Cianjur sebagai daerah dengan prevalensi stunting terendah di Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, jumlah keluarga berisiko stunting menurun dari 394.751 keluarga pada 2021 menjadi 104.867 keluarga pada 2024.

Pemkab menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program Bangga Kencana serta pendampingan keluarga berisiko stunting guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru