Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia  – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengirimkan peringatan langsung kepada kapal-kapal yang berada di kawasan tersebut bahwa tidak ada aktivitas pelayaran yang diizinkan melintasi selat strategis itu hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Langkah ini diambil bersamaan dengan operasi balasan militer Iran yang menargetkan sejumlah fasilitas yang disebut terkait dengan kepentingan AS di kawasan. Kantor berita Tasnim melaporkan, berdasarkan sumber yang mengetahui operasi tersebut, sedikitnya 14 pangkalan militer Amerika menjadi sasaran serangan.

Baca Juga :  OSN 2024: Upaya Kemendikbudristek Wujudkan Talenta Emas Indonesia Bidang Sains

IRGC juga mengklaim telah menghantam kapal perang pendukung tempur milik Angkatan Laut Amerika Serikat menggunakan rudal yang diluncurkan oleh unit Angkatan Laut mereka.

Sementara itu, laporan media internasional menyebutkan bahwa dampak penutupan Selat Hormuz langsung terasa pada sektor energi global. Sejumlah perusahaan minyak dan lembaga perdagangan menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, serta gas alam cair (LNG).

Baca Juga :  Kementerian Perhubungan Siapkan Strategi Mudik Lebaran 2026, 143 Juta Warga Diprediksi Bepergian

Citra satelit menunjukkan antrean kapal tanker yang tertahan di sekitar pelabuhan dan perairan terdekat sambil menunggu kepastian keamanan jalur pelayaran.

Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati perairan ini setiap hari, termasuk ekspor gas alam cair dari Qatar yang sangat bergantung pada stabilitas jalur tersebut.

Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia serta memperbesar risiko krisis pasokan energi global.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru