Jepang Tertarik Inovasi Taman Numerasi Indonesia, SDN 04 Meruya Selatan Jadi Percontohan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 04:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 25 Februari 2026 – Inovasi pendidikan Indonesia kembali mendapat perhatian internasional. Konsep Taman Numerasi yang dikembangkan dalam rangka memperkuat Gerakan Numerasi Nasional menarik minat akademisi Jepang.

Program ini merupakan bagian dari transformasi pembelajaran yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui pendekatan pembelajaran berpusat pada murid (student based learning) yang terinspirasi dari praktik pendidikan di Jepang.

Salah satu implementasi nyata hadir di SDN 04 Meruya Selatan melalui inovasi INTAN (Inovasi Taman Numerasi). Taman ini dirancang sebagai ruang belajar interaktif yang menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari melalui media konkret, permainan edukatif, serta aktivitas berbasis proyek.

Berlokasi di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Taman Numerasi INTAN menghadirkan berbagai sudut numerasi lengkap dengan alat peraga, papan interaktif, media visual, dan tantangan numerik sesuai jenjang kelas. Suasana belajar dikemas terbuka dan kolaboratif agar siswa dapat belajar sambil bermain dalam lingkungan yang inspiratif.

Baca Juga :  Nabung di bank bjb, Bisa Dapat Tiket Konser Sheila On 7 "Tunggu Aku di Special Tour 2024"

Kepala SDN 04 Meruya Selatan, Tri Susilawati, mengatakan inovasi ini lahir dari komitmen untuk menjadikan numerasi sebagai budaya belajar.

“Kami ingin numerasi tidak lagi menjadi materi yang menakutkan. Melalui Taman Numerasi INTAN, siswa belajar lebih menyenangkan dan bermakna,” ujarnya.

Guru Komala Sari menambahkan, pendekatan kontekstual membuat siswa lebih percaya diri dalam menyelesaikan tantangan numerik karena materi dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Hal senada disampaikan Rindy Afrizal yang menilai inovasi ini membuktikan transformasi pendidikan dapat dimulai dari sekolah ketika guru diberi ruang untuk berkreasi.

Secara konsep, Taman Numerasi di Indonesia memiliki keunggulan berupa ruang fisik yang dirancang khusus untuk pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan pendekatan STEM. Model ini berbeda dengan praktik di Jepang yang lebih banyak memanfaatkan lingkungan sekitar secara kontekstual.

Baca Juga :  MPLS Ramah 2025 Dimulai, Kemendikdasmen Tinjau Pelaksanaan di SLB Cimahi

Inovasi tersebut menarik perhatian akademisi Jepang. Sakai Chihiro dari Universitas Hokkaido bahkan berkunjung langsung untuk melihat proses pembelajaran dan berinteraksi dengan guru serta siswa.

Kehadiran Taman Numerasi juga memperkuat pembelajaran berdiferensiasi, di mana guru berperan sebagai fasilitator sesuai kebutuhan dan tingkat pemahaman murid. Dengan pendekatan ini, numerasi tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran yang kaku, tetapi sebagai keterampilan hidup yang aplikatif.

Inovasi INTAN diharapkan dapat menginspirasi satuan pendidikan lain dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup, kontekstual, dan relevan, sekaligus mencetak generasi yang cakap numerasi dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru