Diplomasi Prabowo di AS Berbuah Tarif Nol Persen untuk 173 Komoditas Pertanian Indonesia

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – Diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto menghasilkan capaian konkret bagi sektor pertanian nasional. Melalui kesepakatan dagang resiprokal Indonesia–Amerika Serikat, sebanyak 173 pos tarif (HS Code) yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian dan turunannya resmi dibebaskan dari bea masuk menjadi 0 persen di pasar AS.

Kebijakan strategis ini membuka akses lebih luas bagi produk pertanian Indonesia untuk menembus pasar global sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan di tengah ketatnya persaingan perdagangan internasional.

Kesepakatan dalam kerangka Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Presiden Prabowo bersama Presiden AS Donald Trump menjadi bagian dari penguatan kemitraan ekonomi kedua negara menuju era baru kerja sama strategis.

Ribuan Produk RI Bebas Tarif

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa dalam perjanjian bertajuk Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance, terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia—baik dari sektor pertanian maupun industri—yang mendapatkan fasilitas tarif nol persen.

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, dan komponen pesawat terbang yang tarifnya 0 persen,” tegas Airlangga.

Baca Juga :  bank bjb Terus Perkuat Bisnis, Kini Jadi BPD Pertama Penyimpan Dana Margin di Indonesia

Komoditas Pertanian Unggulan

Dari sektor pertanian, komoditas yang memperoleh fasilitas bebas tarif meliputi:

  • Buah tropis: pisang, nanas, mangga, durian, pepaya
  • Kopi (enam pos tarif)
  • Teh hijau dan teh hitam
  • Rempah strategis: lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, kunyit
  • Kakao dan produk turunannya
  • Minyak sawit dan palm kernel oil
  • Produk turunan kelapa sawit
  • Olahan buah
  • Tepung dan pati berbasis singkong dan sagu
  • Pupuk mineral berbasis kalium

Pembebasan tarif ini dinilai menjadi peluang besar untuk meningkatkan ekspor sekaligus memperluas pasar bagi petani dan pelaku usaha pertanian nasional.

Mentan: Hasil Negosiasi Berpihak pada Petani

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian tersebut merupakan hasil negosiasi strategis yang berpihak pada kepentingan nasional, khususnya petani.

“Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini benar-benar hasil negosiasi yang berpihak pada petani kita. Produk pertanian kita bisa masuk pasar global dengan akses yang lebih adil dan kompetitif,” ujarnya.

Baca Juga :  Krisis Mitra Pos Indonesia, Firnando Desak Perhatikan Nasib Pekerja Mitra

Menurut Amran, tarif nol persen membuat harga produk Indonesia semakin kompetitif sehingga meningkatkan daya saing di pasar AS yang memiliki nilai ekonomi sangat besar.

Fokus pada Kualitas dan Kontinuitas Pasokan

Kementerian Pertanian, lanjut Amran, akan memastikan peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar ekspor, serta kesinambungan pasokan agar peluang ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani dan pelaku usaha.

“Kesempatan sudah ada di depan mata. Tinggal kita pastikan produksinya cukup dan mutunya terjaga supaya petani bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Diperkuat MoU di Washington DC

Sebelumnya, dalam ajang Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Indonesia dan Amerika Serikat juga menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) guna memperkuat implementasi kesepakatan dagang resiprokal tersebut.

Dengan dibebaskannya 173 pos tarif sektor pertanian menjadi nol persen, pemerintah optimistis ekspor komoditas unggulan nasional akan meningkat signifikan seiring membaiknya daya saing harga produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru