Prabowo Targetkan Swasembada Pangan Nasional Tiga Tahun, Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan optimisme pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional secara menyeluruh dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Keyakinan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Presiden Prabowo menekankan bahwa kedaulatan pangan merupakan pilar utama kemandirian bangsa. Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem pertanian berjalan adil dan berpihak kepada petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Dalam upaya tersebut, pemerintah mengambil langkah strategis dengan membenahi tata kelola pupuk nasional. Pengambilalihan kendali distribusi pupuk dilakukan untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, serta keterjangkauan harga bagi petani di seluruh Indonesia.

“Pemerintah sudah membuktikan, begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani secara adil, cukup, dan dengan harga yang kita turunkan,” ujar Presiden Prabowo.

Kebijakan ini berdampak langsung terhadap peningkatan produksi pangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun 2024. Capaian tersebut sejalan dengan proyeksi FAO dan USDA yang memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.

Baca Juga :  Promosi Potensi Daerah, Pj. Bupati Bekasi Minta Ampok Ambil Peran

Peningkatan produksi juga memperkuat cadangan pangan nasional. Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas stok beras nasional yang kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, pertama kali dalam sejarah republik kita, cadangan beras di gudang-gudang kita adalah yang tertinggi,” ungkapnya.

Sepanjang 2025, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,25 juta ton dan bahkan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juni 2025. Memasuki awal 2026, total stok beras yang dikuasai pemerintah dan masyarakat mencapai 12,53 juta ton, meningkat 49,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan semakin kuatnya fondasi ketahanan pangan nasional.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki fase penting dalam perjalanan swasembada pangan. Keberhasilan swasembada beras menjadi pijakan untuk mencapai kemandirian komoditas pangan strategis lainnya.

“Sejak 31 Desember 2025 Indonesia sudah swasembada beras. Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung, dan Insya Allah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan secara menyeluruh,” tegas Presiden.

Sejalan dengan itu, kinerja produksi jagung nasional juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan angka tetap Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton, meningkat 6,74 persen dibandingkan tahun 2024. BPS juga memproyeksikan potensi produksi jagung pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Beli Obligasi Ritel di bank bjb, Bisa Dapat Cachback Jutaan Rupiah

Selain peningkatan produksi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan sektor pangan adalah menjaga keterjangkauan harga bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk terus memperkuat fondasi produksi pangan nasional. Menurutnya, capaian swasembada dan target swasembada pangan menyeluruh merupakan hasil kerja kolektif berbasis kebijakan pro-petani dan penguatan produksi dari hulu hingga hilir.

“Bapak Presiden Prabowo memberikan arahan yang sangat jelas dan tegas bahwa pangan adalah prioritas nasional. Kami memastikan seluruh kebijakan produksi, distribusi, hingga pendampingan petani berjalan sejalan dengan arahan tersebut, agar swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar Mentan Amran.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru