Hadapi Perubahan Iklim 2026, Kementan Perkuat Asuransi Usaha Tani Padi

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kementan

Foto : Kementan

Jakarta — Menghadapi prediksi perubahan pola curah hujan pada awal 2026, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan produksi padi nasional sekaligus melindungi petani dari risiko gagal panen.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi distribusi curah hujan pada awal 2026 masih didominasi kategori menengah di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, pergeseran pola hujan di sejumlah daerah menjadi sinyal kewaspadaan terhadap potensi gangguan produksi dan meningkatnya ketidakpastian usaha tani.

Kondisi tersebut mempertegas pentingnya perlindungan usaha tani sebagai bagian dari strategi nasional ketahanan pangan. Pemerintah menekankan bahwa perlindungan petani dijalankan melalui berbagai instrumen kebijakan, mulai dari stabilisasi harga gabah hingga penguatan mitigasi risiko usaha tani, agar keberlanjutan produksi padi tetap terjaga.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada pangan tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memastikan petani berada dalam posisi yang terlindungi.

“Perlindungan petani adalah fondasi swasembada pangan. Negara hadir untuk memastikan petani tidak menanggung risiko sendirian, sehingga mereka memiliki kepastian untuk terus menanam dan berproduksi,” tegas Mentan Amran, Rabu (4/2/2026).

AUTP dirancang untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Program ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha tani sekaligus mencegah petani kehilangan modal untuk musim tanam berikutnya.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Fokuskan Anggaran Rp52,12 Triliun untuk Pendidikan Bermutu di 2026

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Andi Nur Alam Syah, menyebut AUTP sebagai instrumen penting dalam strategi pengamanan produksi dari sisi hulu.

“Melalui mekanisme asuransi, risiko usaha tani dapat dikendalikan, sehingga petani tetap memiliki modal dan keberanian untuk melanjutkan musim tanam berikutnya,” ujar Nur Alam.

Ia menjelaskan bahwa pendaftaran AUTP dilakukan oleh petani atau kelompok tani dengan pendampingan penyuluh pertanian. Seluruh proses pendataan hingga klaim dilakukan melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) agar berjalan tertib, akurat, dan transparan.

Baca Juga :  Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Harus Libatkan Sekolah, Keluarga, Masyarakat, dan Media

Pada 2026, dukungan pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi penopang utama keberlanjutan AUTP, mengingat belum tersedianya alokasi dari APBN. Mitigasi risiko usaha tani padi saat ini didukung untuk luasan sekitar 94.036,67 hektare.

Hingga kini, tercatat 13 provinsi telah mengalokasikan APBD tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk mendukung AUTP, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Kementerian Pertanian terus mendorong pemerintah daerah lainnya untuk mengikuti langkah tersebut. Penguatan AUTP ditegaskan sebagai kebijakan konkret pemerintah dalam memitigasi risiko iklim, melindungi petani, serta menjaga produksi padi nasional tetap berkelanjutan di tengah dinamika perubahan iklim.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jabar Sisir 4.361 KPM Belum Ber-KB, DP3AKB Dorong Perencanaan Keluarga
Pegadaian dan BCA Perluas Tabungan Emas ke Aplikasi blu Digital
Komisi X Setujui Anggaran Kemendikdasmen Rp89,1 Triliun untuk Pendidikan 2027
Kemendikdasmen Buka Bantuan Kuliah S1/D4 untuk 150 Ribu Guru melalui PKA
Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026
ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027
Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan
Bio Farma dan DWP Pusat Perkuat Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi HPV

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 13:57 WIB

Jabar Sisir 4.361 KPM Belum Ber-KB, DP3AKB Dorong Perencanaan Keluarga

Rabu, 23 September 2026 - 13:51 WIB

Pegadaian dan BCA Perluas Tabungan Emas ke Aplikasi blu Digital

Rabu, 23 September 2026 - 04:21 WIB

Komisi X Setujui Anggaran Kemendikdasmen Rp89,1 Triliun untuk Pendidikan 2027

Rabu, 23 September 2026 - 04:17 WIB

Kemendikdasmen Buka Bantuan Kuliah S1/D4 untuk 150 Ribu Guru melalui PKA

Sabtu, 19 September 2026 - 11:57 WIB

ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027

Berita Terbaru

Ilmu Pengetahuan

Mengapa AI Membutuhkan Banyak Air dan Listrik? Ini Penjelasannya

Senin, 21 Sep 2026 - 07:47 WIB