KLOPAKINDONESIA.COM – Tragedi laut terjadi di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah kapal wisata dilaporkan tenggelam saat berlayar di sekitar Pulau Padar, menewaskan empat orang, termasuk pelatih klub sepak bola asal Spanyol, Valencia CF, beserta tiga anaknya. Peristiwa ini menyita perhatian internasional dan memicu duka mendalam, khususnya di dunia olahraga.
Berikut 9 fakta penting tenggelamnya kapal wisata di Labuan Bajo:
- Terjadi di Perairan Pulau Padar
Insiden tenggelamnya kapal wisata terjadi di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. - Kejadian pada Jumat Malam
Kapal dilaporkan tenggelam pada Jumat malam, 26 Desember 2025, saat sedang melakukan perjalanan wisata laut bersama para penumpang. - Kapal Wisata Jenis Pinisi
Kapal yang mengalami kecelakaan merupakan kapal wisata jenis pinisi yang kerap digunakan untuk mengangkut wisatawan menjelajahi perairan Labuan Bajo. - Mengangkut 11 Orang
Total terdapat 11 orang di dalam kapal, terdiri dari enam wisatawan, empat kru kapal, dan satu pemandu wisata. - Diduga Mati Mesin dan Dihantam Gelombang Tinggi
Berdasarkan keterangan awal, kapal mengalami mati mesin, lalu dihantam gelombang tinggi sekitar 2–3 meter, menyebabkan kapal oleng dan akhirnya tenggelam. - Empat Orang Meninggal Dunia
Sebanyak empat orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Fernando Martín Carreras, pelatih tim wanita Valencia CF, serta tiga anaknya. - Istri dan Satu Anak Selamat
Istri korban bersama satu anak lainnya berhasil selamat setelah dievakuasi tim penyelamat. Korban selamat lainnya adalah kru kapal dan pemandu wisata. - Tujuh Orang Berhasil Dievakuasi
Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan tujuh orang, sementara proses pencarian dan evakuasi korban dilakukan dalam kondisi laut yang cukup menantang. - Cuaca Buruk Hambat Proses Pencarian
Proses pencarian dan evakuasi sempat terkendala cuaca buruk, gelombang kuat, dan jarak pandang terbatas, meski serpihan kapal berhasil ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Tragedi ini memicu duka mendalam dari berbagai pihak, termasuk Valencia CF yang secara resmi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya salah satu pelatih mereka bersama anak-anaknya. Kejadian ini juga menjadi sorotan terkait aspek keselamatan pelayaran wisata di kawasan destinasi super prioritas Labuan Bajo.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti tenggelamnya kapal serta mengevaluasi standar keselamatan kapal wisata di wilayah tersebut.


























