Musim Dingin Ekstrem, Salju Tutupi Jabal Al-Lawz di Arab Saudi

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – Fenomena langka kembali terjadi di Arab Saudi. Salju dilaporkan turun dan menyelimuti kawasan pegunungan Jabal Al-Lawz yang berada di wilayah Tabuk, Arab Saudi bagian utara. Peristiwa ini menandai musim dingin ekstrem yang melanda wilayah tersebut dan menarik perhatian publik internasional.

Jabal Al-Lawz yang dikenal sebagai salah satu pegunungan tertinggi di Arab Saudi berubah menjadi hamparan putih setelah suhu udara turun drastis hingga di bawah nol derajat Celsius. Laporan otoritas meteorologi setempat menyebutkan suhu di beberapa titik mencapai minus 4 derajat Celsius, disertai angin kencang dan kabut tebal.

Fenomena salju ini terekam dalam berbagai foto dan video yang beredar luas di media sosial. Tampak warga dan wisatawan memadati kawasan pegunungan untuk menyaksikan langsung pemandangan salju yang jarang terjadi di negara yang identik dengan iklim gurun tersebut.

Baca Juga :  PUNCAK PERINGATAN WCD: SINERGI KB DAN AIR UNTUK INDONESIA BEBAS STUNTING

Badan Meteorologi Nasional Arab Saudi sebelumnya telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk wilayah utara, termasuk Tabuk, Ha’il, dan sekitarnya. Peringatan tersebut mencakup potensi hujan es, angin kencang, penurunan suhu ekstrem, hingga kemungkinan turunnya salju di daerah dataran tinggi.

Meski terbilang tidak terjadi setiap tahun, salju di Jabal Al-Lawz bukanlah fenomena yang sepenuhnya asing. Letak geografis pegunungan yang berada di ketinggian lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut membuat kawasan ini berpotensi mengalami salju saat gelombang udara dingin melintasi Semenanjung Arab pada puncak musim dingin, antara Desember hingga Februari.

Baca Juga :  Pegadaian Dukung Fatwa DSN-MUI No.166 tentang Usaha Bulion Syariah, Perkuat Ekosistem Bank Emas Nasional

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko cuaca ekstrem, terutama bagi pengendara dan wisatawan yang menuju kawasan pegunungan, mengingat jalan licin dan jarak pandang yang terbatas akibat kabut dan salju.

Fenomena alam ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di wilayah yang selama ini dikenal beriklim panas dan kering.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru