Capaian Program Prioritas GTK: Penguatan Kompetensi Hingga Kesejahteraan Guru

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia — Menjelang momentum Hari Guru Nasional dan satu tahun setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah kebijakan terkait peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) telah berhasil merealisasikan seluruh program prioritas yang telah digagas. Upaya ini menjadi pondasi penting dalam memastikan guru Indonesia semakin profesional, kompeten, dan sejahtera.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa berbagai program prioritas telah dijalankan secara intensif selama satu tahun terakhir. “Tujuan kita dalam semua program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi dan meningkatkan kompetensi guru, sehingga guru profesional itu bisa terwujud,” ujarnya di Jakarta, Senin (24/11).

Adapun program prioritas guru dan tenaga kependidikan meliputi 1) tunjangan guru ASN Daerah dan non ASN; 2) Pendidikan Profesi Guru (PPG); 3) peningkatan kualifikasi akademik S-1/D-4; 4) peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pembelajaran mendalam, coding dan kecerdasan buatan, matematika GEMBIRA, bimbingan konseling pada guru, STEM, dan bahasa Inggris; serta 5) Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).

Dalam penyaluran aneka tunjangan guru ASN Daerah, Tunjangan Profesi Guru (TPG) telah mencapai Rp62,9 triliun kepada 1.472.687 guru atau sebesar 94%. Kemudian, penyaluran Tunjangan Khusus Guru (TKG) di daerah 3T, telah mencapai Rp1,419 triliun kepada 55.149 guru dengan tingkat keberhasilan 89,10%.

Sementara itu, untuk guru non ASN, TKG untuk guru di daerah 3T telah tersalurkan 100,1% kepada 26.676 guru dengan total Rp371,02 miliar. TPG non ASN juga mencapai 100,1%, dengan nilai Rp8,12 triliun untuk 396.342 guru. Bantuan insentif untuk non ASN pun telah tersalurkan 94,7% atau Rp733,99 miliar bagi 346.238 guru. Penyaluran Bantuan Subsidi Upah mencapai 92,3% atau Rp140,3 miliar kepada 233.770 guru. “Harapan kita di Hari Guru Nasional ini, semua guru yang berhak bisa menerima tunjangannya,” tambah Dirjen Nunuk.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bersama Mendikdasmen Saksikan Demonstrasi Pembelajaran dengan Teknologi Smart Board

Pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG), realisasi tahun ini juga melampaui target. Dari sasaran 808 ribu peserta, hasil seleksi administrasi mencapai 822 ribu peserta. “Kami turun langsung ke yayasan-yayasan dan daerah 3T, bahkan menyelenggarakan PPG secara luring agar guru dapat mengikuti program ini. Alhamdulillah,target bisa lebih dari 100%,” ujar Dirjen Nunuk.

Untuk peningkatan kualifikasi akademik S-1/D-4, tahun ini pemerintah menyediakan beasiswa bagi 12.500 guru melalui sistem rekognisi pembelajaran lampau. Untuk keberlanjutan program, pada tahun depan pun telah disiapkan anggaran beasiswa untuk 150 ribu guru.

Berbagai program peningkatan kompetensi juga menunjukkan capaian siginifikan. Pelatihan pembelajaran mendalam mencatat 48.472 pendaftar kepala sekolah dari target 66.836 dan 139.170 pendaftar guru dari target 156.269. Kemendikdasmen juga menggandeng 87 lembaga diklat untuk mempercepat pelatihan coding dan kecerdasan buatan, yang tahun ini menyasar lebih dari 60 ribu sekolah. Untuk Gerakan Numerasi Nasional dan Matematika Gembira, program telah menjangkau 140 sekolah dan 13 desa, bimbingan teknis bagi 300 fasilitator nasional dan 2.840 fasilitator daerah, yang kemudian ditargetkan dapat mengimbaskan program kepada 40.720 guru TK dan SD.

Baca Juga :  Bio Farma: Pendorong Inovasi Kesehatan Global dengan Kolaborasi dan Teknologi Terdepan

Dalam peningkatan kompetensi guru bimbingan konseling (BK), telah dilatih 1.200 fasilitator nasional dan 14.590 fasilitator daerah, dengan target jangka panjang mendiseminasikan program tersebut kepada 270 ribu guru BK, guru mata pelajaran, dan guru kelas. Selain itu, terkait inisiatif STEM 5M (mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful) telah disiapkan untuk implementasi penuh pada 2026, mencakup pelatihan 3.000 fasilitator nasional dan 45.000 fasilitator daerah untuk mengimbaskan ke 665.018 guru.

Terkait peningkatan kompetensi guru bahasa Inggris, Kemendikdasmen menyiapkan program besar menghadapi kebijakan 2027 ketika bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar. Pada tahun 2025 telah dimulai pelatihan bagi 1.087 calon fasilitator, dan pada 2026 akan dilatih 60.000 guru. Pada 2027, ditargetkan 90.000 guru SD siap mengajar bahasa Inggris di kelas 3 SD.

Untuk Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS), Kemendikdasmen mencatat penurunan signifikan jumlah kekosongan kepala sekolah hingga 51%, dari 117 ribu menjadi 57 ribu. Tahun ini, pelatihan telah diberikan kepada 7.271 calon kepala sekolah. Menurut Dirjen Nunuk, program ini menjadi kunci percepatan pemenuhan kepala sekolah definitif di seluruh Indonesia.

Dengan capaian yang merata di seluruh program prioritas, dari peningkatan kesejahteraan hingga penguatan kompetensi guru, Ditjen GTKPG menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan guru Indonesia semakin siap menghadapi tuntutan pendidikan masa depan. Di momen Hari Guru Nasional, Kemendikdasmen menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan nasional hanya dapat terwujud melalui guru yang kompeten, sejahtera, dan didukung oleh program yang berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru