Menilik Sejarah Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Resmi di Sidang Umum UNESCO

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarkand, Uzbekistan, 7 November 2025 —  Bahasa Indonesia kembali menorehkan sejarah di panggung dunia. Untuk pertama kalinya, bahasa persatuan bangsa ini resmi digunakan dalam Sidang Umum UNESCO ke-43 yang berlangsung di Samarkand, Uzbekistan, pada Selasa (4/11). Momen bersejarah ini menjadi bukti nyata keberhasilan diplomasi kebahasaan Indonesia yang telah ditempuh melalui proses panjang sejak tahun 2022. Penggunaan bahasa Indonesia dalam forum internasional ini menegaskan peran strategis Indonesia dalam penginternasionalan bahasa Indonesia.

Langkah awal dimulai pada November 2022 ketika muncul wacana pengusulan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO. Wacana tersebut lahir dari diskusi antara Duta Besar Republik Indonesia di Paris, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO. Salah satu peluang yang melatarbelakangi wacana pengusulan itu ialah semangat UNESCO untuk mendorong penghargaan pada keberagaman bahasa dan adanya aturan dalam tata tertib Sidang Umum UNESCO tentang bahasa negara anggota yang dapat diusulkan menjadi bahasa resmi. Dari ruang diskusi itu, gagasan sederhana tumbuh menjadi upaya diplomasi yang berbuah pengakuan dunia.

Pada awal 2023, pembahasan intensif dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri. Berbagai pertemuan digelar untuk merumuskan strategi dan menyusun proposal pengusulan secara resmi. Puncaknya, pada 29 Maret 2023, Indonesia secara resmi mengirimkan proposal nominasi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO melalui Direktorat Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang (OINB) Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga :  Kepala DP3AKB Jawa Barat Siska Gerfianti Harapkan Indonesia Mampu Jadi Kekuatan Ekonomi Keempat Dunia Pada 2045 Saat Menyampaikan Sambutan Selamat Datang Kepada Peserta Rakortek BKKBN

Proposal tersebut diterima dan dibahas dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO pada Mei 2023. Sidang Dewan Eksekutif UNESCO kemudian menyetujui untuk mengagendakan usulan ini dalam Sidang Umum ke-42. Selanjutnya, pada 8 November 2023, Delegasi Indonesia mempresentasikan usulan di hadapan Legal Committee UNESCO di Kantor Pusat UNESCO, Paris.

Sejarah tercipta pada 20 November 2023, ketika Sidang Pleno UNESCO secara resmi menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 Sidang Umum UNESCO. Putusan ini menempatkan bahasa Indonesia sejajar dengan sembilan bahasa resmi dunia lainnya, yakni, bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Hindi, bahasa Italia, bahasa Portugis, bahasa Rusia, dan bahasa Spanyol sebagai bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO.

Bahasa Indonesia Menjadi Jembatan Pengetahuan Antarbangsa
Dalam Sidang Umum UNESCO ke-43 di Samarkand, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan Pernyataan Nasional Indonesia sekaligus menandai momen bersejarah penggunaan perdana bahasa Indonesia dalam forum tersebut. “Bahasa Indonesia telah lama berperan sebagai jembatan kesatuan di negeri dengan 17.000 pulau, 700 bahasa daerah, dan 1.300 kelompok etnik. Hari ini, bahasa Indonesia kembali meneguhkan dirinya di dunia internasional sebagai jembatan pengetahuan antarbangsa,” ujar Menteri Mu’ti.

Baca Juga :  Sejarah Konferensi Asia-Afrika, Peran Indonesia Hentikan Penjajahan

Dalam pidatonya, Menteri Mu’ti juga menyampaikan apresiasi kepada UNESCO dan seluruh negara anggota yang mendukung pengakuan ini. Ia menegaskan bahwa pengakuan bahasa Indonesia di UNESCO bukan sekadar kehormatan linguistik, melainkan juga representasi nilai kemanusiaan dan persatuan yang diusung bangsa Indonesia. “Dengan pengakuan ini, dunia melihat bahwa bahasa bukan hanya sarana komunikasi, melainkan juga simbol persaudaraan, kebersamaan, dan peradaban. Bahasa Indonesia membawa semangat itu ke panggung dunia,” tuturnya.

Perjalanan panjang menuju pengakuan ini memperlihatkan bagaimana diplomasi kebahasaan dapat menjadi bagian dari diplomasi kebudayaan dan kemanusiaan. Dalam kurun waktu satu tahun, gagasan yang berawal dari percakapan sederhana di Paris menjelma menjadi keputusan global yang disahkan oleh seluruh anggota UNESCO.

Kini, dengan digunakannya bahasa Indonesia secara resmi di Sidang Umum UNESCO, Indonesia menegaskan kembali peran strategisnya dalam percaturan dunia. Bahasa Indonesia tidak lagi hanya menjadi bahasa bangsa, tetapi juga menjadi bahasa dunia yang mempersatukan, menginspirasi, dan menghubungkan manusia lintas negara. “Hari ini, bahasa Indonesia berbicara kepada dunia. Tugas kita berikutnya adalah memastikan dunia terus mendengarnya,” pungkas Menteri Mu’ti.

 

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid di Sumedang
KPK OTT Pejabat ATR/BPN, Delapan Orang Jadi Tersangka Kasus HGB Bogor
Suahasil Nazara Tegaskan APBN Harus Sehat dan Kredibel, Defisit di Bawah 3 Persen
Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara
Hari Santri 2026 Genap 10 Tahun, Kemenag Siapkan Beragam Kegiatan
Kemenag Tegaskan Biaya Nikah di Luar KUA Rp600 Ribu, Warga Diminta Waspadai Penipuan
Mentan Amran Dorong Mahasiswa Unismuh Bangun Usaha Pertanian, Lahan Produktif Siap Didukung
Komite III DPD RI Soroti DTSEN, Jangan Sampai Salah Data Bikin Warga Miskin Kehilangan Bantuan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:32 WIB

Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid di Sumedang

Rabu, 16 September 2026 - 08:37 WIB

KPK OTT Pejabat ATR/BPN, Delapan Orang Jadi Tersangka Kasus HGB Bogor

Selasa, 15 September 2026 - 10:42 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan APBN Harus Sehat dan Kredibel, Defisit di Bawah 3 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 10:36 WIB

Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara

Selasa, 15 September 2026 - 07:22 WIB

Hari Santri 2026 Genap 10 Tahun, Kemenag Siapkan Beragam Kegiatan

Berita Terbaru