Maraknya Kasus Keracunan MBG, Waspadai Bahaya Makanan Basi

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus keracunan akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) baru-baru ini kembali terjadi dan menyedot perhatian publik. Sejumlah siswa sekolah dasar hingga menengah di Kabupaten Bandung Barat dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Kejadian ini bukan yang pertama, sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat mengenai kualitas dan keamanan makanan yang disajikan. Dugaan kuat, keracunan disebabkan oleh makanan yang sudah tidak layak konsumsi atau basi akibat penyimpanan maupun distribusi yang kurang higienis.

Makanan basi memang menjadi salah satu penyebab utama keracunan massal. Anak-anak dan remaja termasuk kelompok paling rentan karena daya tahan tubuh mereka lebih lemah dibanding orang dewasa. Oleh karena itu, memahami penyebab keracunan dari makanan basi menjadi langkah penting agar kasus serupa tidak terus berulang.

Penyebab Keracunan dari Makanan Basi

1. Pertumbuhan Bakteri Berbahaya

Makanan yang sudah basi menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang biak. Beberapa di antaranya adalah:

  • Salmonella, banyak ditemukan pada daging, telur, atau produk susu yang tidak segar.
  • Escherichia coli (E. coli), bisa tumbuh di makanan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
  • Clostridium perfringens, sering berkembang di makanan daging atau berkuah.
  • Staphylococcus aureus, menghasilkan racun berbahaya meskipun makanan dipanaskan kembali.
Baca Juga :  Manfaat Buah Mangga untuk Kesehatan

2. Racun yang Dihasilkan Bakteri

Beberapa bakteri menghasilkan racun yang berbahaya bagi tubuh. Contoh paling ekstrem adalah Clostridium botulinum, yang dapat berkembang dalam makanan kaleng atau kemasan kedap udara yang rusak. Racun ini dapat menimbulkan keracunan parah bahkan kematian.

3. Jamur pada Makanan

Makanan basi kerap ditumbuhi jamur atau kapang yang menghasilkan mikotoksin, zat beracun yang bisa merusak organ hati dan ginjal. Contoh umum terlihat pada roti, kacang, atau biji-bijian yang sudah lama disimpan.

4. Penyimpanan yang Salah

Kesalahan dalam penyimpanan makanan juga mempercepat pembusukan, seperti:

  • Tidak mendinginkan makanan di bawah 5°C.
  • Membiarkan makanan matang terlalu lama di suhu ruang.
  • Menggunakan wadah yang tidak bersih atau terbuka.

5. Kandungan Nutrisi Tinggi

Makanan berprotein tinggi seperti daging, ikan, telur, susu, dan olahannya lebih cepat basi jika tidak ditangani dengan benar. Inilah sebabnya makanan jenis ini sering menjadi penyebab utama keracunan massal.

Baca Juga :  Sirih Cina (Peperomia pellucida): Tanaman Herbal Sederhana dengan Khasiat Luar Biasa

6. Kontaminasi Silang

Kontaminasi silang terjadi ketika makanan matang bersentuhan dengan makanan mentah atau peralatan yang tidak higienis. Hal ini dapat mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab keracunan.

Cara Mencegah Keracunan Makanan Basi

Untuk mencegah keracunan akibat makanan basi, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Simpan makanan di kulkas bila tidak langsung dikonsumsi.
  • Gunakan wadah kedap udara dan bersih.
  • Jangan konsumsi makanan yang berbau asam, berubah warna, atau berjamur.
  • Panaskan makanan hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.
  • Selalu cuci tangan dan peralatan masak sebelum digunakan.

Kesimpulan

Maraknya kasus keracunan MBG yang menimpa para siswa menjadi peringatan serius bahwa aspek kebersihan dan keamanan makanan tidak boleh diabaikan. Makanan basi terbukti bisa menjadi sarang bakteri, jamur, hingga racun berbahaya yang mengancam kesehatan.

Lebih baik membuang makanan yang sudah tidak layak konsumsi daripada mengambil risiko kesehatan yang bisa berujung fatal. Dengan pengawasan ketat, penyimpanan yang benar, dan kebiasaan menjaga kebersihan, kasus keracunan massal akibat makanan basi dapat diminimalisir.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Siomay Ikan Sapu-Sapu, Kenali Ciri, Perbedaan dengan Tenggiri, dan Risikonya
Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan, Ini Penyakit yang Dapat Dibantu Penyembuhannya
Studi Terbaru Ungkap Jus Jeruk Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung
Daftar 7 Ikan Bermerkuri Tinggi, Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Anak
Gula Darah di Atas 500 mg/dL, Waspada Risiko Koma Diabetik yang Mengancam Nyawa
4 Jus Penurun Gula Darah Alami, Tomat hingga Plum untuk Diabetes
Manfaat Tak Terduga Semangka untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 5 Jarang Diketahui
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Osteoporosis, Waspadai Sejak Dini

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:19 WIB

Awas Siomay Ikan Sapu-Sapu, Kenali Ciri, Perbedaan dengan Tenggiri, dan Risikonya

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:05 WIB

Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan, Ini Penyakit yang Dapat Dibantu Penyembuhannya

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:22 WIB

Studi Terbaru Ungkap Jus Jeruk Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Senin, 19 Januari 2026 - 15:06 WIB

Daftar 7 Ikan Bermerkuri Tinggi, Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Anak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:21 WIB

Gula Darah di Atas 500 mg/dL, Waspada Risiko Koma Diabetik yang Mengancam Nyawa

Berita Terbaru