New York – Zohran Mamdani resmi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Wali Kota New York City pada Rabu, 1 Januari 2026 waktu setempat. Pelantikan ini menandai babak baru dalam sejarah kota metropolitan terbesar di Amerika Serikat tersebut, sekaligus mencatatkan Mamdani sebagai wali kota Muslim pertama yang memimpin New York.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan dilakukan dalam suasana khidmat pada tengah malam, tepat saat pergantian tahun. Menariknya, pelantikan awal tersebut berlangsung di sebuah stasiun kereta bawah tanah lama di Manhattan yang sudah tidak beroperasi, simbol kuat dari akar perjuangan dan sejarah kota New York.
Dalam prosesi tersebut, Zohran Mamdani mengucapkan sumpah jabatan dengan meletakkan tangan di atas Al-Qur’an, sebuah momen yang dinilai bersejarah dan mencerminkan keberagaman serta nilai inklusivitas yang selama ini menjadi ciri khas New York City.
Zohran Mamdani resmi menjadi Wali Kota New York City ke-112, setelah memenangkan pemilihan wali kota pada November 2025. Kemenangannya dinilai sebagai tonggak penting dalam dinamika politik Amerika Serikat, terutama bagi komunitas minoritas, imigran, dan generasi muda.
Selain menjadi wali kota Muslim pertama, Mamdani juga dikenal sebagai salah satu wali kota termuda dalam sejarah modern New York. Latar belakangnya sebagai politisi progresif dan aktivis kebijakan publik membuat sosoknya mendapat perhatian luas, baik di dalam negeri maupun internasional.
Usai pelantikan tengah malam tersebut, Pemerintah Kota New York dijadwalkan menggelar upacara pelantikan publik yang lebih besar di Balai Kota (City Hall), dihadiri oleh pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai komunitas.
Dalam pernyataan singkatnya, Mamdani menegaskan komitmennya untuk memimpin New York dengan prinsip keadilan sosial, keterjangkauan biaya hidup, dan pelayanan publik yang berpihak pada warga kelas pekerja.
“New York adalah rumah bagi semua orang. Pemerintahan ini akan bekerja untuk memastikan kota ini adil, aman, dan terjangkau bagi seluruh warganya,” ujar Mamdani.
Pelantikan Zohran Mamdani dinilai sebagai simbol kuat perubahan politik dan keberagaman di Amerika Serikat, sekaligus menegaskan posisi New York City sebagai kota global yang menjunjung tinggi pluralisme dan demokrasi.


























