Wong Fei Hung: Legenda Kungfu yang Jejak Keislamannya Diaburkan Sejarah

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama Wong Fei Hung dikenal luas sebagai pendekar besar Tiongkok, tabib, dan pahlawan rakyat yang hidup pada masa penuh gejolak di akhir Dinasti Qing. Namun, tak banyak yang mengetahui jejak sejarah Islam yang berkelindan dengan kehidupannya. Sebuah sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan Islam di Tiongkok, migrasi keilmuan, serta perjalanan para ulama dan jago kungfu di Asia Timur.

Jejak Awal Islam di Cina dan Uighur

Hanya sekitar 20 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, umat Islam telah tiba di wilayah Uighur, Xinjiang, sekitar 3.000 km dari Mekah. Kedatangan delegasi Muslim ini disambut oleh Kaisar Dinasti Tang. Pada momen penting itu, sahabat Nabi, Saad bin Abi Waqqash ra., diterima secara resmi sebagai utusan di pusat kekaisaran.

Pada masa Khalifah Utsman bin Affan ra., wilayah Uighur bergabung dengan daulah Islam. Dari kawasan inilah teknologi kertas berpindah dari Cina ke dunia Muslim, membuka jalan bagi penyusunan Mushaf Utsmani dan perkembangan ilmu pengetahuan Islam selanjutnya.

Selama lebih dari 1.400 tahun, Uighur tetap menjadi wilayah berpenduduk Muslim, meski sempat dikuasai Mongol pada abad ke-13. Pada masa penjajahan Eropa di Cina, para pendekar Uighur juga terlibat dalam perlawanan terhadap pasukan Inggris–Eropa, termasuk dalam peristiwa Boxer Rebellion tahun 1900, di mana banyak jago kungfu Uighur terlibat dalam pertempuran besar di kota-kota Cina.

Pada tahun 1940-an, ketika Mao Zedong terusir dari berbagai kota di Cina, ia sempat melarikan diri menuju Xinjiang dan hidup menumpang di wilayah Uighur. Kini sejarah berbalik: simbol-simbol Islam dibatasi dan banyak jejak sejarah Islam di Cina hilang dari rekaman resmi.

Salah satu korban pengaburan sejarah itu adalah identitas keislaman Wong Fei Hung.

Wong Fei Hung dan Jejak Muslim yang Terhapus

Sejarah mencatat bahwa pada masa Dinasti Ming abad ke-15, sejumlah gubernur dan jenderal adalah tokoh-tokoh Muslim. Admiral Cheng Ho adalah salah satu tokoh besar yang lahir dari periode tersebut. Bahkan hingga revolusi Cina tahun 1910, masih ada jenderal-jenderal Muslim yang berpengaruh. Pada 1945, ketika Mao berkuasa, beberapa jenderal Muslim terpaksa melarikan diri ke Taiwan demi keselamatan.

Baca Juga :  Spektakuler! Supermoon dan Hujan Meteor Meriahkan Langit November 2025

Wong Fei Hung, tokoh yang kini dikenal dunia sebagai legenda seni bela diri, disebut sebagai salah satu tokoh dengan latar belakang Islam yang kini jarang diangkat dalam sejarah resmi. Ia dikenal sebagai ulama, tabib, dan ahli beladiri yang kemudian ditetapkan sebagai pahlawan nasional Tiongkok, meskipun identitas keislamannya sering tidak diungkapkan dalam narasi modern di bawah pemerintahan komunis.

Asal Usul Nama dan Keluarga Wong

Wong Fei Hung lahir tahun 1847 di Kwantung (Guangdong) dari keluarga Muslim yang taat. Nama “Fei” dalam dialek Kanton diyakini merujuk pada nama Arab Fais, sedangkan “Hung” berasal dari dialek untuk Hussein. Jika disesuaikan ke dalam bahasa Arab, namanya menjadi Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying, adalah seorang ulama, tabib pengobatan tradisional, dan ahli beladiri tingkat tinggi. Ia memiliki klinik terkenal bernama Po Chi Lam di Canton. Kay-Ying juga dikenal sebagai salah satu dari “Sepuluh Macan Kwantung”, kelompok pendekar paling disegani pada masanya. Kemampuan inilah yang kelak diwariskan kepada putranya, Wong Fei Hung.

Keluarga Wong dikenal sebagai keluarga Muslim yang dermawan, sering membantu rakyat miskin tanpa memandang suku atau agama. Klinik mereka menjadi tumpuan berbagai kalangan yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Keikhlasan dan sikap tanpa pamrih keluarga Wong membuat mereka sangat dihormati oleh masyarakat Guangdong.

Perjalanan Ilmu: Dari Luk Ah-Choi ke Sang Ayah

Wong Fei Hung mulai mempelajari bela diri sejak kecil. Ia belajar dari Luk Ah-Choi, guru yang juga pernah mengajar ayahnya. Dari Luk Ah-Choi inilah ia mempelajari dasar-dasar aliran Hung Gar, sebuah aliran Shaolin selatan yang kemudian ia kembangkan. Salah satu tokoh kunci aliran ini adalah Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi.

Baca Juga :  Mulai 2026 Girik, Letter C, Petok D Bukan Bukti Hak Tanah, Ini Penjelasannya

Setelah itu, ia memperdalam ilmu kepada ayahnya sendiri hingga menguasai kungfu, pengobatan, dan etika luhur yang menjadi ciri keluarganya. Di usia awal 20-an, Wong Fei Hung telah dikenal luas sebagai tabib dan pendekar yang sangat disegani.

Ia mengembangkan jurus-jurus baru yang semakin memperkuat reputasinya, seperti:

  • Jurus Cakar Macan
  • Sembilan Pukulan Khusus
  • No Shadow Kick (Tendangan Tanpa Bayangan)
  • Keahlian menggunakan berbagai senjata, terutama tongkat

Salah satu kisah terkenal adalah ketika ia seorang diri menghadapi lebih dari 30 preman pelabuhan di Canton yang mengeroyoknya. Dengan hanya bertongkat, ia melumpuhkan mereka demi membela rakyat miskin yang hendak diperas.

Cobaan Hidup dan Kehidupan Keluarga

Wong Fei Hung diuji dengan banyak musibah. Seorang putranya terbunuh akibat perkelahian dengan kelompok mafia Canton. Ia menikah tiga kali, namun istri-istrinya wafat dalam usia muda. Setelah itu, ia memilih hidup sendiri untuk beberapa waktu hingga bertemu Mok Gwai Lan, seorang wanita ahli beladiri yang kemudian menjadi pendamping hidupnya hingga akhir hayat. Ia bahkan membantu mengajar bela diri di kelas khusus perempuan di perguruan Wong Fei Hung.

Akhir Hayat dan Warisan Perjuangan

Wong Fei Hung wafat pada tahun 1924 dalam usia 77 tahun. Ia dikenang di Kwantung dan Canton sebagai pembela kaum lemah, pelindung rakyat miskin, dan tokoh yang tidak pernah gentar melawan ketidakadilan.

Ia hidup sebagai ahli beladiri, tabib, ulama, sekaligus simbol keberanian yang berjuang untuk kehormatan ummat dan kemanusiaan. Warisannya kini abadi dalam seni bela diri Hung Gar, pengobatan tradisional, dan nilai-nilai moral yang ia tegakkan sepanjang hidupnya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia
Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia
Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Stir Kanan? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya
Hujan Meteor Alpha Centaurid Terjadi Februari 2026, Mengapa Dinamai Demikian?
Langit Februari 2026 Penuh Kejutan, Ini Daftar Fenomena Astronomi yang Terjadi
Mulai 2026 Girik, Letter C, Petok D Bukan Bukti Hak Tanah, Ini Penjelasannya
Hujan Meteor Quadrantid 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Waktu dan Cara Mengamatinya
4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:37 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:37 WIB

Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:04 WIB

Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Stir Kanan? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:15 WIB

Hujan Meteor Alpha Centaurid Terjadi Februari 2026, Mengapa Dinamai Demikian?

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:46 WIB

Langit Februari 2026 Penuh Kejutan, Ini Daftar Fenomena Astronomi yang Terjadi

Berita Terbaru