Wapres: ASEAN Harus Ambil Peran Kunci di Wilayah Indo-Pasifik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indo-Pasifik adalah wilayah strategis bagi ekonomi global, mencakup negara-negara besar termasuk negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Kawasan ini memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB dunia dan menjadi pusat perdagangan hampir setengah dari total perdagangan internasional. Sebagai bagian di dalamnya, ASEAN harus mengambil peran penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan, baik di tingkat kawasan maupun global.

“Dengan posisi strategis yang dimiliki [Kawasan Indo-Pasifik], ASEAN berpeluang besar untuk memainkan peran sentral dalam menjaga stabilitas serta menggerakkan pertumbuhan di kawasan dan dunia,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri Forum Khusus ASEAN-Indo- Pasifik 2024 (AIPF) di Landmark Mekong Riverside Hotel Don Chan Island, Thatkhao Village, Sisattanak District, Vientiane, Laos, Jumat (11/10/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan tiga poin penting pandangannya mengenai potensi AIPF menjadi pusat pembangunan dan ekonomi yang Tangguh.

“Pertama, ASEAN terbukti tangguh dan adaptif di tengah ketidakpastian ekonomi. Pada 2023, meski perdagangan global menurun akibat disrupsi geopolitik, perdagangan intra-ASEAN mencapai 3,5 triliun dolar AS, melampaui tingkat pra-pandemi,” ungkap Wapres.

Dari segi resiliensi ekonomi, Wapres menyebut bahwa ASEAN terus mendapatkan kepercayaan investor pada bidang-bidang tertentu yang tentunya menjadikan ASEAN berpotensi menajdi pusat pertumbuhan.

Baca Juga :  Mendukbangga Gandeng Lazismu Bedah 2 Rumah Milik Keluarga Berisiko Stunting

“Investasi ke ASEAN mencapai 229 miliar dolar AS, terus meningkat di tengah penurunan investasi global, dengan peningkatan signifikan di sektor keuangan dan teknologi. Capaian ini menegaskan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan kawasan dan global,” imbuhnya.

Selanjutnya, Wapres menyoroti pentingnya mempercepat peralihan menuju ekonomi ramah lingkungan di kawasan, terlebih saat ini terdapat berbagai tantangan seperti lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

“Kedua, ASEAN perlu mengintegrasikan inovasi lingkungan dengan transformasi digital untuk mendukung investasi dan sektor keuangan yang berkelanjutan, serta meningkatkan transisi energi melalui teknologi bersih dan energi terbarukan,” tutur Wapres.

Menurut Wapres, penanaman modal pada sektor yang mendukung keberlanjutan lingkungan di Kawasan mengalami peningkatan satu tahun belakangan. Oleh karena itu dirinya berharap agar ASEAN terus mendorong transformasi energi secara optimal.

“Di ASEAN, investasi hijau mencapai 6,3 miliar dolar AS meningkat 20% pada tahun 2023.Untuk itu, investasi hijau harus senantiasa didorong demi tercapainya tujuan transisi energi kawasan pada tahun 2030,” ujar Wapres.

Terakhir, Wapres menekankan penguatan sinergi dengan dunia usaha, dimana kolaborasi antara pemerintah dan swasta sangat krusial. Dirinya mengapresiasi inisiatif kalangan bisnis yang meluncurkan Jaringan Bisnis ASEAN-Indo- Pasifik (AIPBN) sebagai langkah konkret dalam upaya ini.

Baca Juga :  Ini Agenda Hari Keempat World Water Forum ke-10 di Bali

“Ketiga, [hadirnya] AIPBN akan memperkuat kerja sama secara inklusif serta dialog antara pemangku kepentingan di kawasan Indo-Pasifik. AIPBN dapat mengambil peran untuk memobilisasi pembiayaan hijau, mendorong transfer teknologi, serta mempercepat transisi energi,” ungkapnya.

Harapannya, Wapres menambahkan, kelak AIPBN dapat mendorong terwujudnya tujuan ASEAN menjadi pusat perekonomian global.

“AIPBN akan menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan global. Mari kita dorong perdagangan berkelanjutan, tingkatkan investasi hijau, dan perkuat kolaborasi di kawasan Indo-Pasifik,” pungkasnya.

Turut hadir pada acara ini adalah Chair of ASEAN-BAC Lao PDR Mr. Oudet Souvannavong, Chair of ASEAN-BAC Indonesia Mr. Arsjad Rasjid P.M., serta kurang lebih 500 delegasi ASEAN dan Mitra Wicara ASEAN dari kalangan pemerintah dan pengusaha.

Sementara turut mendampingi Wapres, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Duta Besar LBBP Republik Indonesia di Vientiane Grata Endah Werdaningtyas, Kasetwapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Adminstrasi Sapto Harjono W.S., serta Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru