KLOPAKINDONESIA.COM – Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang gejala stroke masih terbatas. Banyak yang mengira stroke hanya ditandai dengan wajah turun sebelah atau mulut mencong, padahal kenyataannya gejala stroke bisa muncul tanpa tanda tersebut.
Dokter dan pakar kesehatan mengingatkan bahwa stroke kerap diawali dengan gejala ringan yang sering diabaikan pasien. Akibatnya, banyak penderita terlambat mendapatkan penanganan medis, sehingga risiko kecacatan permanen bahkan kematian menjadi lebih besar.
Gejala Stroke yang Sering Tidak Disadari
Beberapa tanda stroke yang kerap luput dari perhatian antara lain:
- Pusing hebat dan kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba, terutama jika disertai sulit berjalan atau berdiri.
- Gangguan penglihatan mendadak, seperti pandangan kabur, ganda, atau hilang pada salah satu mata.
- Kebas atau kesemutan pada satu sisi tubuh, baik di wajah, tangan, maupun kaki.
- Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan, termasuk bicara pelo atau tidak nyambung.
- Sakit kepala hebat yang muncul mendadak, berbeda dari sakit kepala biasa.
- Mual, muntah, hingga penurunan kesadaran, yang sering disalahartikan sebagai gangguan lambung atau kelelahan.
Gejala-gejala tersebut bisa muncul secara cepat dan tiba-tiba, menjadi tanda adanya gangguan aliran darah ke otak yang membutuhkan penanganan segera.
Prinsip FAST Penting, Tapi Tidak Selalu Lengkap
Masyarakat selama ini diperkenalkan dengan prinsip FAST (Face, Arm, Speech, Time) untuk mengenali stroke. Namun para ahli menegaskan, tidak semua stroke menunjukkan tanda FAST secara lengkap, terutama pada jenis stroke tertentu seperti stroke batang otak.
Karena itu, setiap perubahan fungsi tubuh yang terjadi mendadak dan tidak biasa harus dianggap sebagai kondisi darurat medis.
Waktu Sangat Menentukan Keselamatan Pasien
Penanganan stroke memiliki golden period sekitar 3 hingga 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Semakin cepat pasien dibawa ke fasilitas kesehatan, semakin besar peluang untuk meminimalkan kerusakan otak dan mencegah kecacatan permanen.
Kesadaran Masyarakat Harus Ditingkatkan
Pakar kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak meremehkan gejala ringan yang muncul tiba-tiba. Edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke.
Jika mengalami atau melihat orang lain menunjukkan gejala mencurigakan, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu hingga kondisi memburuk.


























